PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Pasca Hari Raya Idulfitri, warga Kota Probolinggo mulai mengeluhkan kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram. Memasuki hari kelima Lebaran, tabung gas melon tersebut dilaporkan semakin sulit ditemukan di sejumlah wilayah.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh warga, salah satunya Lia Eko, warga Jalan Mastrip, Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok. Ia mengaku harus berkeliling ke sejumlah toko untuk mendapatkan LPG 3 Kg.
“Sudah susah sekali mencarinya. Kemarin saya dapat dengan harga Rp22 ribu per tabung, itu pun harus keliling dulu,” ujarnya saat ditemui, Rabu (25/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Lia, sejumlah toko kelontong dan toko Madura di sekitar tempat tinggalnya kehabisan stok. Ia bahkan harus mencari hingga ke wilayah lain demi mendapatkan gas bersubsidi tersebut.
“Saya akhirnya dapat di wilayah Jrebeng Kulon, tapi ya dengan harga segitu. Padahal sebelumnya sempat diberitakan ada tambahan pasokan sampai 84 ribu tabung, tapi kenyataannya kami masih kesulitan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kelangkaan mulai dirasakan sejak Selasa (24/3/2026), saat dirinya pertama kali kesulitan mendapatkan LPG.
“Kalau langka saya ndak tahu sejak kapan, yang jelas kemarin mulai saya mau beli itu sudah susah. Mau beli saja harus muter-muter, itu pun belum tentu dapat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo, Slamet Suwantoro, merespons keluhan tersebut. Saat dikonfirmasi, pihaknya mengaku akan segera menindaklanjuti laporan warga.
“Terima kasih masukannya, besok akan saya sampaikan ke Satgas,” ujarnya singkat.
Kelangkaan LPG 3 Kg ini pun memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil dan rumah tangga yang sangat bergantung pada gas bersubsidi tersebut. Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan pengecekan lapangan serta memastikan distribusi berjalan normal agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. (*)






