google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara Resmi Dibentuk di Surabaya, Grace Evi Ekawati Terpilih Jadi Ketua

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, suarabayuangga.com – Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara resmi dibentuk melalui rapat penyusunan struktur organisasi yang digelar di Hotel Kyrie, Jalan Ciliwung No. 8, Surabaya, pada Sabtu (7/3/2026).

Pembentukan komite ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan wadah yang dapat mempersatukan berbagai suku dan etnis di Indonesia. Tujuannya untuk memperkuat kebersamaan, persaudaraan, serta semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Dalam rapat tersebut, peserta juga membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi yang dipaparkan oleh pendiri Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara, Donal Ariyanto Davidson Retta, A.Md.Kep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, Donal menjelaskan latar belakang berdirinya organisasi, visi dan misi, serta arah kegiatan komite ke depan dalam mempererat hubungan antar suku dan etnis di Indonesia.

Donal mengatakan, pembentukan komite ini dilatarbelakangi oleh semangat untuk menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, agama, dan etnis yang ada di Indonesia.

Menurutnya, keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga melalui komunikasi, kebersamaan, serta kerja sama antar masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Komite ini dibentuk dengan semangat kebersamaan untuk merangkul seluruh suku dan etnis di Nusantara. Kami ingin masyarakat bisa saling mengenal, saling menghargai, dan berjalan bersama dalam semangat persatuan. Kami berharap organisasi ini bisa menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan serta memperkuat nilai Bhinneka Tunggal Ika di tengah masyarakat,” kata David kepada awak media.

Ia juga berharap organisasi ini dapat menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk menggelar kegiatan sosial, budaya, serta pemberdayaan masyarakat yang memberi manfaat bagi bangsa.

Melalui musyawarah bersama, rapat tersebut akhirnya menetapkan Grace Evi Ekawati, S.E., S.H., M.Hum. sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara.

Perempuan yang akrab disapa Mama Evi itu dipercaya memimpin organisasi tersebut untuk mendorong persatuan antar suku dan etnis di Indonesia.

Grace Evi Ekawati mengatakan organisasi ini lahir dari kepedulian untuk menyatukan berbagai kelompok etnis agar dapat hidup rukun dan saling mengenal budaya masing-masing.

“Organisasi ini lahir dari kepedulian terhadap masyarakat. Kami ingin berbagai etnis bisa hidup berdampingan dengan rukun dan saling mengenal budaya masing-masing, sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah merencanakan kegiatan budaya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus mendatang. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan kembali seni dan budaya daerah kepada generasi muda.

Menurutnya, saat ini banyak generasi muda yang mulai tidak mengenal kesenian maupun permainan tradisional yang dulu sering dimainkan masyarakat.

Melalui kegiatan budaya tersebut, komite berharap nilai nasionalisme dapat kembali ditanamkan kepada generasi muda.

Selain menjadi tempat silaturahmi antar etnis, komite ini juga diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Rapat pembentukan organisasi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan acara buka puasa bersama serta perayaan Imlek sebagai simbol keharmonisan dan toleransi antar suku, budaya, dan agama di Indonesia.

Sebagai bentuk komitmen bersama, para peserta juga merencanakan penandatanganan ikrar bersama sebagai simbol dukungan terhadap keberadaan dan penguatan organisasi tersebut.

Acara ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Komisi A, Yordan M. Batara Goa, S.T., M.Si., serta para Ketua DPD Perkumpulan Flobamora Indonesia Berkarya wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik beserta anggotanya.

Selain itu, hadir pula perwakilan dari berbagai suku dan etnis di Nusantara, di antaranya Bali, Jawa, Minahasa, Toraja, Nias, Maluku, Batak, Nusa Tenggara Timur, serta sejumlah etnis lainnya.

Yordan M. Batara Goa menyambut baik pembentukan Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara tersebut. Ia menilai kehadiran organisasi ini menunjukkan keinginan masyarakat untuk hidup rukun dan damai di tengah perbedaan.

“Perbedaan suku dan etnis bukanlah kelemahan, tetapi justru menjadi kekuatan bagi bangsa. Jika keberagaman ini dikelola dengan baik, maka bisa menjadi modal besar untuk memajukan daerah maupun negara,” ujarnya.

Ia berharap komite ini dapat menjalankan berbagai kegiatan yang mampu mempererat persaudaraan antar etnis sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan masyarakat.

Melalui terbentuknya organisasi ini, Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara yang mengusung motto “Bersatu dalam Keberagaman, Maju dalam Persatuan” serta “Satu Hati, Satu Tujuan, Satu Nusantara” diharapkan mampu menjadi jembatan persaudaraan antar suku dan etnis sekaligus memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan masyarakat Indonesia.*

Berita Terkait

Ditpolairud Polda Jatim Kerahkan 4 Kapal Sisir Perairan Sumenep dan Masalembu Cari Korban KM Virgo Transport 8
Kepala BNNP Aceh Bekali 635 Mahasiswa Baru UNMUHA, Waspadai Modus Narkoba melalui Liquid Vape
Rapat Satgas PRR dan Pemprov Aceh: Pengelolaan Anggaran Pascabencana Rp25,65 T Jadi Sorotan
KOMITE PEMERSATU SUKU DAN ETNIS NUSANTARA GELAR PERAYAAN HUT RI KE-81 DAN PELANTIKAN PENGURUS MASA BAKTI 2026–2031
Pengurus PJS Kota Probolinggo Ikuti Munas III di Jakarta, Dukung Penguatan Kompetensi Wartawan Siber
MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) DPD Jawa Timur Sampaikan Ucapan Selamat Hari Bhayangkara ke-80, Apresiasi Dedikasi Polri Dalam Melayani Negeri
Dialog Publik Pancasila di Probolinggo Sempat Diisukan Dibubarkan, Kritik Terhadap Pemerintah Mengemuka
Dialog Publik ” Pancasila Menjaga Arah Indonesia “,  Muh Rayhan Menuai Sorotan Positif Publik
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:19 WIB

Ditpolairud Polda Jatim Kerahkan 4 Kapal Sisir Perairan Sumenep dan Masalembu Cari Korban KM Virgo Transport 8

Kamis, 10 September 2026 - 12:51 WIB

Kepala BNNP Aceh Bekali 635 Mahasiswa Baru UNMUHA, Waspadai Modus Narkoba melalui Liquid Vape

Rabu, 9 September 2026 - 14:29 WIB

Rapat Satgas PRR dan Pemprov Aceh: Pengelolaan Anggaran Pascabencana Rp25,65 T Jadi Sorotan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:31 WIB

KOMITE PEMERSATU SUKU DAN ETNIS NUSANTARA GELAR PERAYAAN HUT RI KE-81 DAN PELANTIKAN PENGURUS MASA BAKTI 2026–2031

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:30 WIB

Pengurus PJS Kota Probolinggo Ikuti Munas III di Jakarta, Dukung Penguatan Kompetensi Wartawan Siber

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB