PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – PDI Perjuangan menggelar peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkai dengan silaturahmi pengurus tingkat daerah hingga kecamatan se-Kota dan Kabupaten Probolinggo, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, pengurus DPC, anggota fraksi, serta sejumlah tamu undangan. Hadir pula Ketua PCNU Kraksaan, KH. Chafidzul Hakiem Noer, S.Ag., MH., yang sekaligus menyampaikan tausiyah dalam acara tersebut.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, PDI Perjuangan juga menyalurkan santunan kepada sekitar 30 anak yatim dari wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo. Selain itu, panitia juga membagikan sembako dan takjil kepada masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.
Acara juga dimeriahkan dengan penampilan kesenian Bantengan yang dibawakan oleh Badan Kebudayaan Nasional (BKN) DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo, Tommy Wahyu Prakoso, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dengan Kota Probolinggo sebagai tuan rumah bagi kader dari wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo.
“Pada hari ini, Rabu 11 Maret, Kota Probolinggo menjadi tuan rumah kegiatan DPD PDI Perjuangan untuk wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo,” kata Tommy.
Menurutnya, peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan serta menumbuhkan kembali kesadaran kader dalam perjuangan untuk bangsa dan negara.
“Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini kita ingin membangun kebersamaan dan kesadaran bahwa perjuangan partai tidak lepas dari perjuangan untuk bangsa dan negara. Di tengah berbagai dinamika yang terjadi saat ini, kita harus terus menjaga persatuan dan kedamaian,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Andri Wahyudi, menyampaikan bahwa kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an di lingkungan partai diharapkan dapat menjadi agenda rutin setiap 17 Ramadan.
Ia juga menyinggung proses regenerasi dan reorganisasi di tubuh PDI Perjuangan yang saat ini sedang berjalan.
“Proses penjaringan sudah dilakukan dan disampaikan kepada kami di DPD. Insya Allah pelaksanaannya akan dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri,” jelasnya.
Andri berharap seluruh kader, khususnya di tingkat PAC PDI Perjuangan Kota dan Kabupaten Probolinggo, tetap menjaga kekompakan dan soliditas organisasi.
“Harapannya seluruh pengurus tetap kompak dan solid, siapapun nanti yang dipercaya memimpin kepengurusan PAC setelah proses reorganisasi selesai,” katanya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Chafidzul Hakiem Noer mengangkat kisah turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira sebagai peristiwa penting dalam sejarah Islam.
Ia menekankan bahwa nilai utama dari peristiwa tersebut adalah kasih sayang, kepedulian sosial, serta pentingnya saling membantu sesama.
Selain itu, ia juga menyoroti peran perempuan dalam perjuangan, dengan mencontohkan sosok Sayyidatina Khadijah yang setia mendampingi Rasulullah SAW.
“Di balik kebesaran PDI Perjuangan, ada sosok-sosok perempuan luar biasa, seperti Ibu Megawati,” tuturnya.
Tommy juga berpesan kepada seluruh kader PDI Perjuangan agar tetap menjaga semangat perjuangan dan terus hadir di tengah masyarakat.
Menurutnya, partai tidak hanya hadir dalam momentum politik lima tahunan, tetapi juga harus aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Partai ini tidak cukup hanya menjadi kompetitor dalam lima tahunan sekali. Kita harus terus hadir melalui kegiatan kemanusiaan, kepedulian lingkungan, dan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.*






