Yadnya Kasada di Gunung Bromo Probolinggo, Persembahan Suku Tengger untuk Leluhur dan Alam

- Jurnalis

Rabu, 11 Juni 2025 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarabayuangga.com – Di tengah dinginnya udara pegunungan yang menusuk tulang, langit Bromo perlahan terang pada Rabu dini hari, 11 Juni 2025. Di waktu yang masih sangat pagi itu, ribuan umat Hindu dari Suku Tengger telah memadati lautan pasir Gunung Bromo.

Mereka membawa ongkek, atau sesaji berisi hasil bumi, ternak, dan berbagai persembahan lainnya—untuk mengikuti puncak upacara Yadnya Kasada 1947 Saka.

Upacara tahunan ini bukan sekadar ritual keagamaan. Ia adalah wujud syukur, penghormatan kepada leluhur, serta pengikat nilai-nilai spiritual dan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahun ini, Yadnya Kasada terasa istimewa. Dua dukun pandita—tokoh spiritual yang memimpin upacara adat dan keagamaan di komunitas Tengger dikukuhkan, yaitu Sukadi dan Sutaji dari Desa Mororejo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Probolinggo. Pengukuhan ini menjadi simbol keberlanjutan nilai-nilai adat dan regenerasi pemimpin spiritual di tengah masyarakat.

Prosesi diawali dengan pembacaan sejarah Kasada, mengingatkan kembali legenda Roro Anteng dan Joko Seger, leluhur Suku Tengger yang menjadi asal-usul ritual ini.

Setelah itu, satu per satu ongkek diusung menuju kawah Gunung Bromo. Di sinilah puncak ritual terjadi, pelarungan sesaji ke kawah, sebagai bentuk persembahan kepada Sang Hyang Widhi dan leluhur.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, turut hadir menyaksikan upacara. Kehadiran pejabat tinggi negara ini menjadi pengakuan atas pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari jati diri bangsa.

“Larung sesaji adalah wujud syukur atas rezeki, kesehatan, dan kedamaian yang diterima umat Hindu Tengger,” ujar Bambang Soeprapto, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo.

Tak hanya sebagai ritual keagamaan, Yadnya Kasada juga menyimpan sisi emosional bagi masyarakat. Shynta Shaeleo, warga Desa Ngadisari, merasakan kebahagiaan ganda.

Hari raya Kasada bertepatan dengan ulang tahun kedua anaknya, membuat doa-doa yang ia panjatkan semakin dalam dan penuh harap.

“Semoga tanah tetap subur, tidak ada pertikaian, dan kami terus mendapat berkah dari alam—dari hasil pertanian hingga peternakan,” tuturnya.

Di tengah gemuruh kawah dan suara doa yang lirih, Yadnya Kasada menjadi pengingat akan harmoni antara manusia, alam, dan leluhur. Sebuah warisan spiritual yang tak hanya bertahan, tetapi juga terus hidup di hati masyarakat Tengger. (red)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Sampah Menggunung Ratusan Meter, Masyarakat Kesulitan Melintas 
Larangan Mancing di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo Diprotes, Warga: Tak Relevan dan Tak Masuk Akal
Motor Dicongkel di GOR Mastrip, Komisioner KPU Kota Probolinggo Kehilangan HP dan Dompet
Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kawal Ketat Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031
35 Warga Kota Probolinggo Laporkan Biro Umroh ke Polisi, Puluhan Juta Raib Tak Pernah Berangkat
Dituding Abai Bencana dan Pesta Ultah di Jam Kerja, PMII Kepung DPRD Probolinggo: Ketua DPRD Diminta Dicopot
TRAGEDI DI WISATA KUM-KUM PROBOLINGGO, LANSIA ASAL PASURUAN TEWAS SAAT BERENDAM
Polres Probolinggo Kota Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Tekankan Pendekatan Humanis dan Tegas
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:17 WIB

Sampah Menggunung Ratusan Meter, Masyarakat Kesulitan Melintas 

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:07 WIB

Larangan Mancing di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo Diprotes, Warga: Tak Relevan dan Tak Masuk Akal

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:31 WIB

Motor Dicongkel di GOR Mastrip, Komisioner KPU Kota Probolinggo Kehilangan HP dan Dompet

Selasa, 3 Februari 2026 - 05:48 WIB

Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kawal Ketat Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031

Senin, 2 Februari 2026 - 20:01 WIB

35 Warga Kota Probolinggo Laporkan Biro Umroh ke Polisi, Puluhan Juta Raib Tak Pernah Berangkat

Berita Terbaru