Umat Hindu Tengger Bromo Rayakan Saraswati, Teguhkan Nilai Ilmu dan Kebijaksanaan

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 23:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Umat Hindu Suku Tengger di kawasan Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, merayakan Hari Saraswati sebagai bentuk penghormatan terhadap ilmu pengetahuan, Sabtu (4/4/2026). Perayaan ini diisi dengan persembahyangan yang dilaksanakan di pura masing-masing desa.

 

Salah satu perayaan dipusatkan di Pura Sradha Bhakti, Dusun Kedampul, Desa Sapikerep. Umat Hindu setempat mengikuti rangkaian persembahyangan dengan khidmat sebagai wujud syukur atas anugerah ilmu pengetahuan yang diyakini sebagai sumber kehidupan dan kemajuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam perayaan Saraswati, berbagai sarana belajar seperti buku dan lontar disucikan sebagai simbol ilmu yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Nilai yang ditekankan tidak hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga kebijaksanaan dalam berpikir dan bertindak.

 

Ketua PHDI Desa Sapikerep, Rujiyanto, menjelaskan bahwa Hari Saraswati bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum refleksi diri dalam memaknai penggunaan ilmu pengetahuan.

 

“Saraswati merupakan wujud penghormatan terhadap ilmu pengetahuan. Ini bukan hanya tentang ritual, tetapi kesadaran bahwa ilmu harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab, serta menjadi sarana introspeksi sejauh mana ilmu dimanfaatkan untuk kebaikan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, pentingnya keseimbangan antara ilmu dan moral menjadi pesan utama dalam perayaan ini. Menurutnya, ilmu tanpa dilandasi etika dapat menyesatkan.

 

Persembahyangan bersama tersebut dipimpin para mangku dan dihadiri berbagai elemen masyarakat, termasuk pemuda-pemudi serta dukun adat Desa Sapikerep.

 

Salah satu generasi muda, Meyla, mengaku bersyukur dapat mengikuti perayaan Saraswati tahun ini. Ia juga mengajak umat Hindu, khususnya di Desa Sapikerep, untuk terus menjaga kekompakan dalam setiap kegiatan keagamaan.

 

“Perayaan Saraswati dilaksanakan setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Bali, tepatnya Saniscara Umanis Wuku Watugunung. Kami berharap umat Hindu semakin kompak dan selalu hadir dalam setiap persembahyangan di pura,” tuturnya. (*)

Berita Terkait

Dibuntuti dan Diteror, Warga Sumber Wetan Kota Probolinggo Tangkap Pemuda Berperilaku Menyimpang
Wisata Arung Jeram Probolinggo Resmi Dibuka, Dorong Potensi Lokal dan Pariwisata
Kasus Dugaan Pencabulan Balita di Kota Probolinggo, Ibu Lapor Polisi Usai Pengakuan Anak
Aktivis Gelar “Kemah” di Mapolres, Desak Kasus Tambang Ilegal Patalan Segera Dituntaskan
Motor Hilang Saat Istirahat, Warga Banyuwangi Keluhkan Sikap Petugas di Kota Probolinggo
Polisi Sterilisasi Gereja di Probolinggo Kota Jelang Paskah, Libatkan Unit K9
Modus Baru Penipuan: Nama Wali Kota Probolinggo Dicatut, Warga Diincar Lewat WhatsApp
Setahun Pimpin Probolinggo, Wali Kota Soroti Capaian dan Tantangan ke Depan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 23:21 WIB

Dibuntuti dan Diteror, Warga Sumber Wetan Kota Probolinggo Tangkap Pemuda Berperilaku Menyimpang

Sabtu, 4 April 2026 - 23:01 WIB

Umat Hindu Tengger Bromo Rayakan Saraswati, Teguhkan Nilai Ilmu dan Kebijaksanaan

Sabtu, 4 April 2026 - 19:08 WIB

Wisata Arung Jeram Probolinggo Resmi Dibuka, Dorong Potensi Lokal dan Pariwisata

Sabtu, 4 April 2026 - 06:49 WIB

Kasus Dugaan Pencabulan Balita di Kota Probolinggo, Ibu Lapor Polisi Usai Pengakuan Anak

Jumat, 3 April 2026 - 15:38 WIB

Aktivis Gelar “Kemah” di Mapolres, Desak Kasus Tambang Ilegal Patalan Segera Dituntaskan

Berita Terbaru