PROBOLINGGO, suarabayuangga.com — Kabar baik datang bagi para guru ngaji di Kabupaten Probolinggo. Tunjangan yang selama ini dinantikan akhirnya mulai cair. Anggota Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, Arief Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo beserta seluruh jajaran, terutama Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), atas kerja keras dan pengabdian mereka dalam menuntaskan proses pencairan tunjangan guru ngaji.
Menurut Cak, proses ini pasti tidaklah mudah. Di tengah waktu yang sangat terbatas menjelang Hari Raya, pemerintah daerah tetap berupaya maksimal menyelesaikan berbagai kendala administratif, termasuk proses validasi dan *cleansing* data agar penyaluran bisa dilakukan dengan tepat sasaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, keterlambatan juga dipengaruhi oleh belum lengkapnya data dari beberapa pihak di tingkat bawah, termasuk masih adanya MWC yang belum mengirimkan data guru ngaji secara valid. Hal ini turut memerlukan waktu tambahan untuk proses verifikasi agar tidak terjadi kesalahan dalam penyaluran.
“Saya mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo beserta seluruh jajarannya, terutama teman-teman di Kesra, yang telah bekerja keras di masa-masa *injury time* demi cairnya tunjangan guru ngaji ini. Ini bukan pekerjaan ringan, karena harus menuntaskan banyak hal dalam waktu yang sempit, tapi alhamdulillah akhirnya bisa terealisasi, semoga ini menjadi jariyah bagi semuanya” ujar Arief Hidayat.
Ia menilai, pencairan ini menjadi bukti bahwa ketika ada kesungguhan, komunikasi yang baik, dan komitmen pelayanan kepada masyarakat, maka persoalan yang cukup rumit pun dapat diselesaikan dengan baik.
Cak Dayat juga menyampaikan bahwa selama ini banyak guru ngaji yang menyampaikan harapan dan kegelisahannya terkait tunjangan tersebut. Karena itu, cairnya bantuan ini tentu menjadi kabar yang melegakan, sekaligus membawa kebahagiaan tersendiri bagi para penerima menjelang Hari Raya.
“Kita tentu bersyukur karena yang ditunggu-tunggu akhirnya cair. Ini menjadi bentuk perhatian kepada para guru ngaji yang selama ini telah mengabdi, mendidik, dan menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Semoga ini menjadi penyemangat bagi beliau-beliau semua dalam terus membina generasi,” lanjutnya.
Di sisi lain, Arief berharap pencairan tahun ini juga menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan proses penyaluran bisa dilakukan lebih awal, lebih rapi, dan tidak lagi berlangsung dalam situasi yang begitu mendesak.
“Ke depan, saya berharap tata kelola dan basis data guru ngaji semakin baik, termasuk sinergi dengan seluruh pihak hingga tingkat bawah, sehingga proses pencairan bisa lebih cepat dan tertib. Tapi untuk saat ini, kita patut mengapresiasi ikhtiar pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah menuntaskan ini,” tegasnya.
Cak Dayat menambahkan, perhatian terhadap guru ngaji bukan sekadar soal nominal bantuan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap peran besar mereka dalam membangun karakter, akhlak, dan pondasi keagamaan masyarakat Kabupaten Probolinggo.
Dengan cairnya tunjangan tersebut, diharapkan para guru ngaji dapat merasakan manfaatnya secara langsung, terlebih di momentum yang penuh berkah menjelang Hari Raya.






