Tumpukan Sampah di Titik Batas Kota Probolinggo, Warga Minta Pemerintah Tak Lagi Tutup Mata

- Jurnalis

Senin, 21 Juli 2025 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16777216

Oplus_16777216

Tumpukan Sampah di Titik Batas Kota Probolinggo, Warga Minta Pemerintah Tak Lagi Tutup Mat

PROBOLINGGO – Permasalahan tumpukan sampah di wilayah perbatasan antara Kota dan Kabupaten Probolinggo kembali mencuat. Warga yang tinggal di sekitar Kelurahan Triwung Kidul dan Desa Jangur dibuat geram oleh tumpukan sampah yang tak kunjung tertangani. Tak hanya mencemari lingkungan, keberadaan sampah yang menggunung juga memunculkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tumpukan sampah itu terbentang di sepanjang sisi utara Jalan Jangur, dari tugu batas kota hingga ke arah timur jembatan. Tak hanya itu, sisi selatan jalan pun tak luput dari tumpukan serupa, meskipun hanya beberapa meter dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) milik Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, meski sudah tersedia TPS resmi, sampah justru menumpuk sembarangan di tepi jalan. Warga menduga lemahnya pengawasan dan tidak adanya penindakan menjadi penyebab utama semakin parahnya kondisi ini.

Ketua RT 2 RW 1 setempat, Dian Maulana Ishak, menyebut persoalan ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Ia bahkan menyebut pernah ada upaya pembersihan menggunakan alat berat, namun sampah kembali menumpuk bahkan lebih banyak dari sebelumnya.

“Sudah lama kondisi ini terjadi, dan yang membuang kebanyakan dari arah barat. Bukan warga kota. Mereka datang pakai motor, ada juga yang pakai mobil pikap. Kayak tempat pembuangan bebas saja,” ujarnya.

Maulana mengaku sering memantau langsung aktivitas pembuangan sampah, yang menurutnya terjadi pada waktu-waktu tertentu. “Biasanya subuh dan malam hari lewat jam delapan. Saya sudah hafal jam-jamnya,” tambahnya.

Ia mendesak agar pemerintah Kota dan Kabupaten Probolinggo segera duduk bersama untuk mencari solusi permanen. Menurutnya, sekadar membersihkan tidak cukup. Perlu ada penataan ulang lokasi, pemasangan CCTV, serta penegakan aturan secara serius.

“Kalau bisa dibangun taman, atau paling tidak ruang terbuka yang terawat. Jangan sampai lokasi ini terus jadi tempat buang sampah liar. Wilayahnya masuk Kota Probolinggo, tapi yang buang bukan warga kota. Harus ada tindakan nyata,” tegasnya.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo belum memberikan pernyataan atau tanggapan atas laporan warga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Tunjangan Guru Ngaji Cair, PDI Perjuangan Apresiasi Pemkab Probolinggo dan Kesra
Bromo Ditutup Saat Nyepi! Ini Jadwal dan Aturan untuk Wisatawan
Himbauan Ketua DPC Hiswana Migas Malang: Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying LPG 3 Kg Jelang Idul Fitri
Insentif Guru Ngaji di Probolinggo Diperluas, LIRA: Ini Langkah Positif Wali Kota
Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Bromo Ditutup Total Demi Jaga Kesucian Ritual
GP Ansor Ranting Kelurahan Sumbertaman Salurkan Zakat
Perum Bulog Probolinggo Salurkan Bantuan Pangan Perdana Tahun 2026
Layanan Mudik Santri Dipermudah, Ponirin Mika Puji Koordinasi Syahbandar dan Forkopimda
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:48 WIB

Tunjangan Guru Ngaji Cair, PDI Perjuangan Apresiasi Pemkab Probolinggo dan Kesra

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:44 WIB

Bromo Ditutup Saat Nyepi! Ini Jadwal dan Aturan untuk Wisatawan

Jumat, 20 Maret 2026 - 08:08 WIB

Himbauan Ketua DPC Hiswana Migas Malang: Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying LPG 3 Kg Jelang Idul Fitri

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:29 WIB

Insentif Guru Ngaji di Probolinggo Diperluas, LIRA: Ini Langkah Positif Wali Kota

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:05 WIB

Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Bromo Ditutup Total Demi Jaga Kesucian Ritual

Berita Terbaru

Probolinggo

Bromo Ditutup Saat Nyepi! Ini Jadwal dan Aturan untuk Wisatawan

Jumat, 20 Mar 2026 - 10:44 WIB