Sewa Lapak Festival Ramadan Rp1 Juta, LPKN Kota Probolinggo Nilai Terlalu Berat untuk PKL

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 00:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Kebijakan harga sewa lapak sebesar Rp1 juta dalam gelaran Festival Ramadan dan War Takjil di GOR A. Yani, Jalan dr. Soetomo, Kelurahan Tisnonegaran, Kota Probolinggo, menuai sorotan.

 

Ketua LPKN Kota Probolinggo, Louis Hariona, menyatakan keberatan atas besaran tarif tersebut. Saat dikonfirmasi pada Rabu (25/2/2026) malam, ia menilai biaya sewa tersebut terlalu tinggi, terutama karena durasi kegiatan tidak sampai satu bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurut Louis, nominal Rp1 juta untuk satu lapak dengan ukuran terbatas berpotensi membebani pedagang kecil.

 

Ia mempertanyakan kemampuan pedagang dalam menutup biaya sewa tersebut dari hasil penjualan harian selama Ramadan.

 

“Kalau dikalkulasi, dalam sehari pedagang bisa dapat berapa? Ini yang harus dihitung. Jangan sampai kebijakan ini justru memberatkan pelaku usaha kecil,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, semangat penyelenggaraan bazar Ramadan seharusnya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lapisan bawah, bukan sebaliknya.

 

Louis bahkan mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan skema subsidi atau pembebasan biaya sewa jika memang menggunakan aset milik pemerintah.

 

“Kalau tujuannya mendukung ekonomi rakyat, seharusnya ada keringanan, bahkan bisa saja digratiskan. Apalagi ini momentum Ramadan,” katanya.

 

Louis juga membandingkan dengan geliat pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Cokro yang dinilainya mampu tumbuh tanpa beban sewa tinggi dan justru menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.

 

Atas polemik ini, LPKN berencana membawa persoalan tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Probolinggo melalui mekanisme rapat dengar pendapat (RDP).

 

Ia ingin kejelasan mengenai pihak penyelenggara kegiatan, apakah dari unsur pemerintah atau pihak lain, serta skema penetapan tarif sewa lapak.

 

“Kami ingin tahu ini penyelenggaranya siapa dan bagaimana perhitungannya. Jangan sampai kebijakan ini tidak berpihak kepada pedagang kecil,” tegasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait dasar penetapan harga sewa lapak tersebut.

 

Penulis: Rafel

Editor: Us

Berita Terkait

Omzet Travel Anjlok Usai Koper Turis Thailand Dicuri, Agen Kirim Karangan Bunga ke Polres Probolinggo
Kronologi Pencurian WNA Thailand di Gunung Bromo, Mobil Dirusak Saat Wisatawan Nikmati Panorama
Sewa Lapak Rp1 Juta, PKL Probolinggo Keluhkan Bazar Ramadan di GOR A. Yani
11 Personel Berprestasi Diguyur Penghargaan, Polres Probolinggo Kota Ingatkan Tantangan Kian Berat
Banjir Di Probolinggo, Gubernur Khofifah Turun Langsung Pesan Keselamatan Warga dan Petakan Skala Prioritas Intervensi
Misteri Hilangnya 7 Koper Turis Bromo Terpecahkan, Pemilik Rumah di Kedopok Jadi Tersangka
Kiai Zuhri Zaini Tekankan Pentingnya Menghadirkan Hati
Diguyur Hujan Deras Semalaman, Akses Jembatan Pakuniran–Kotaanyar Probolinggo Amblas dan Terputus Total
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 00:57 WIB

Sewa Lapak Festival Ramadan Rp1 Juta, LPKN Kota Probolinggo Nilai Terlalu Berat untuk PKL

Rabu, 25 Februari 2026 - 00:03 WIB

Omzet Travel Anjlok Usai Koper Turis Thailand Dicuri, Agen Kirim Karangan Bunga ke Polres Probolinggo

Selasa, 24 Februari 2026 - 23:54 WIB

Kronologi Pencurian WNA Thailand di Gunung Bromo, Mobil Dirusak Saat Wisatawan Nikmati Panorama

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:50 WIB

Sewa Lapak Rp1 Juta, PKL Probolinggo Keluhkan Bazar Ramadan di GOR A. Yani

Senin, 23 Februari 2026 - 19:00 WIB

11 Personel Berprestasi Diguyur Penghargaan, Polres Probolinggo Kota Ingatkan Tantangan Kian Berat

Berita Terbaru