PROBOLINGGO, suarabyuangga.com– Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo, Isah Junaidah, kembali bertemu warga dalam kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan, Jalan Brantas No. 11, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Jumat (27/2/2026) sore.
Pertemuan tersebut dihadiri puluhan warga dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kanigaran. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo, Tommy Wahyu Prakoso, juga hadir dan memberikan sambutan.
Tommy menjelaskan bahwa reses adalah kewajiban anggota dewan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat agar program pemerintah tepat sasaran. Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam mengawal pembangunan di Kota Probolinggo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“PDI Perjuangan terbuka untuk menerima masukan dan kritik dari masyarakat. Lewat reses Ibu Isah ini, kami ingin memastikan semua aspirasi warga, baik soal infrastruktur maupun ekonomi, benar-benar terserap dan bisa diperjuangkan melalui pokok pikiran DPRD,” ujar Tommy.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan berbagai kebutuhan. Di bidang UMKM, Asnan dari Kebonsari Kulon meminta bantuan mesin giling tebu untuk mendukung usahanya. Nurul dari Kebonsari Wetan mengusulkan bantuan freezer box untuk usaha frozen food dan es batu. Sementara Arif berharap ada bantuan etalase untuk usaha kue kering milik istrinya.
Di bidang pendidikan, Suyono menyampaikan keluhan tentang ijazah salah satu lulusan STM A Yani tahun 2024 yang masih ditahan karena belum melunasi biaya sekolah.
Untuk fasilitas umum, Junaidi dari Kebonsari Kulon mengusulkan bantuan tandon air stainless berukuran besar untuk masjid di wilayahnya karena tandon yang ada saat ini sudah bocor. Warga juga mengeluhkan banjir di depan makam Kristen saat hujan deras akibat saluran air yang kurang memadai.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Isah Junaidah mengatakan akan segera menindaklanjutinya. Ia meminta warga melengkapi proposal dan dokumen pendukung, termasuk Kartu UKM bagi pelaku usaha.
“Semua usulan sudah kami catat. Untuk bantuan usaha, silakan segera serahkan proposalnya ke rumah atau kantor DPC. Khusus masalah ijazah yang masih ditahan, ini menjadi perhatian serius Komisi I. Kami akan segera berkoordinasi agar anak tersebut bisa mendapatkan ijazahnya dan menggunakannya untuk melamar kerja,” tegas Isah.
Kegiatan reses ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mengawal semua usulan tersebut agar bisa masuk dalam anggaran pemerintah daerah, demi meningkatkan kesejahteraan warga Kanigaran.






