PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Sebanyak 316 penerima manfaat program bantuan pangan di wilayah Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo meneriman bantuan pangan perdana di tahun 2026 yang di fasilitasi oleh Perum Bulog Kantor Cabang Probolinggo. Bantuan tersebut merupakan alokasi untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Probolinggo, Kuswadi, menyampaikan jumlah penerima bantuan pangan 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Data penerima telah ditetapkan oleh pemerintah pusat berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).”Alhamdulillah jumlah penerima bantuan pangan sekota Probolinggo meningkat, sebelumnya 16.968 penerima kini menjadi 28.265 penerima,”kata Kuswadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kuswadi menambahkan, Bulog mendapatkan penugasan langsung dari pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Penyaluran ini dilakukan untuk dua bulan, Yakni untuk bulan Februari dan Maret 2026.”Setiap penerima manfaat memperoleh bantuan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,”ujarnya.
Menurut Kuswadi, penyaluran bantuan ini sengaja dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan harapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menekan kenaikan harga bahan pokok, khususnya beras dan minyak goreng.”Adapun total bantuan yang disalurkan di Kota Probolinggo untuk periode perdana ini mencapai 565.300 kilogram beras dan 113.060 liter minyak goreng,”ungkapnya.
Kuswadi berharap, dengan adanya bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat penerima manfaat, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjelang hari raya.“Mudah-mudahan bantuan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya pada momen Hari Raya,” harapannya.
Sementara Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian menegaskan pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadan hingga Idul Fitri sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah kembali menggulirkan program bantuan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan sebagai bantalan ekonomi.
“Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Badan Pangan Nasional melaksanakan berbagai langkah strategis salah satunya penyaluran bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng selama dua bulan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat,”tegasnya.
Untuk diketahui penyaluran bantuan pangan secara nasional selama dua bulan tersebut, Bulog menyiapkan stok sebanyak 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng. Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp11,92 triliun untuk mendukung pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari upaya perlindungan sosial bagi masyarakat. (*)






