Pelajar SMAN 4 Kota Probolinggo Ditemukan Meninggal, Diduga Alami Tekanan Psikologis

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Dunia pendidikan di Kota Probolinggo tengah berduka. Seorang pelajar SMA Negeri 4 Probolinggo berinisial AFA (16) ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Gang Pendekar, Kecamatan Kanigaran, Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban yang tercatat sebagai siswa kelas X tersebut diduga mengakhiri hidupnya akibat tekanan psikologis yang dialami dalam beberapa waktu terakhir. Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban menunjukkan perubahan perilaku sebelum kejadian.

Dalam kesehariannya, korban disebut mulai enggan berangkat ke sekolah dan tampak murung. Bahkan, korban sempat mencurahkan perasaannya kepada sang kakak terkait kondisi yang dirasakannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan sementara, faktor lingkungan sekolah turut memengaruhi kondisi psikologis korban. Kepada keluarga, korban mengaku merasa tidak nyaman karena merasa tidak disapa oleh teman-temannya di sekolah.

“Beberapa hari terakhir korban terlihat murung dan sempat bercerita kepada keluarganya. Sikapnya memang berbeda dari biasanya,” ujar Maya, salah seorang warga setempat.

Mendapat laporan dari warga, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo guna menjalani pemeriksaan medis.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Zaenal Arifin, membenarkan bahwa tim Inafis telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, indikasi mengarah pada dugaan bunuh diri. Dari pemeriksaan fisik luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas AKP Zaenal.

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan. Sejumlah saksi, termasuk keluarga dan lingkungan sekitar, masih dimintai keterangan untuk memastikan latar belakang serta penyebab pasti peristiwa tersebut.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak, khususnya orang tua, pihak sekolah, dan lingkungan sekitar, akan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental remaja. Tekanan sosial, rasa pengucilan, maupun persoalan psikologis lainnya perlu mendapat perhatian serius agar tidak berkembang menjadi kondisi yang membahayakan.

Jika Anda atau orang di sekitar mengalami tekanan psikologis atau membutuhkan bantuan, disarankan untuk segera menghubungi tenaga profesional, konselor sekolah, atau layanan kesehatan terdekat.

 

Penulis: Rafel

Editor: Us

Berita Terkait

Tunjangan Guru Ngaji Cair, PDI Perjuangan Apresiasi Pemkab Probolinggo dan Kesra
Bromo Ditutup Saat Nyepi! Ini Jadwal dan Aturan untuk Wisatawan
Himbauan Ketua DPC Hiswana Migas Malang: Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying LPG 3 Kg Jelang Idul Fitri
Insentif Guru Ngaji di Probolinggo Diperluas, LIRA: Ini Langkah Positif Wali Kota
Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Bromo Ditutup Total Demi Jaga Kesucian Ritual
GP Ansor Ranting Kelurahan Sumbertaman Salurkan Zakat
Perum Bulog Probolinggo Salurkan Bantuan Pangan Perdana Tahun 2026
Layanan Mudik Santri Dipermudah, Ponirin Mika Puji Koordinasi Syahbandar dan Forkopimda
Berita ini 238 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:48 WIB

Tunjangan Guru Ngaji Cair, PDI Perjuangan Apresiasi Pemkab Probolinggo dan Kesra

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:44 WIB

Bromo Ditutup Saat Nyepi! Ini Jadwal dan Aturan untuk Wisatawan

Jumat, 20 Maret 2026 - 08:08 WIB

Himbauan Ketua DPC Hiswana Migas Malang: Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying LPG 3 Kg Jelang Idul Fitri

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:29 WIB

Insentif Guru Ngaji di Probolinggo Diperluas, LIRA: Ini Langkah Positif Wali Kota

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:05 WIB

Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Bromo Ditutup Total Demi Jaga Kesucian Ritual

Berita Terbaru

Probolinggo

Bromo Ditutup Saat Nyepi! Ini Jadwal dan Aturan untuk Wisatawan

Jumat, 20 Mar 2026 - 10:44 WIB