PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Dunia pendidikan di Kota Probolinggo tengah berduka. Seorang pelajar SMA Negeri 4 Probolinggo berinisial AFA (16) ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Gang Pendekar, Kecamatan Kanigaran, Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Korban yang tercatat sebagai siswa kelas X tersebut diduga mengakhiri hidupnya akibat tekanan psikologis yang dialami dalam beberapa waktu terakhir. Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban menunjukkan perubahan perilaku sebelum kejadian.
Dalam kesehariannya, korban disebut mulai enggan berangkat ke sekolah dan tampak murung. Bahkan, korban sempat mencurahkan perasaannya kepada sang kakak terkait kondisi yang dirasakannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dugaan sementara, faktor lingkungan sekolah turut memengaruhi kondisi psikologis korban. Kepada keluarga, korban mengaku merasa tidak nyaman karena merasa tidak disapa oleh teman-temannya di sekolah.
“Beberapa hari terakhir korban terlihat murung dan sempat bercerita kepada keluarganya. Sikapnya memang berbeda dari biasanya,” ujar Maya, salah seorang warga setempat.
Mendapat laporan dari warga, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo guna menjalani pemeriksaan medis.
Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Zaenal Arifin, membenarkan bahwa tim Inafis telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, indikasi mengarah pada dugaan bunuh diri. Dari pemeriksaan fisik luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas AKP Zaenal.
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan. Sejumlah saksi, termasuk keluarga dan lingkungan sekitar, masih dimintai keterangan untuk memastikan latar belakang serta penyebab pasti peristiwa tersebut.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak, khususnya orang tua, pihak sekolah, dan lingkungan sekitar, akan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental remaja. Tekanan sosial, rasa pengucilan, maupun persoalan psikologis lainnya perlu mendapat perhatian serius agar tidak berkembang menjadi kondisi yang membahayakan.
Jika Anda atau orang di sekitar mengalami tekanan psikologis atau membutuhkan bantuan, disarankan untuk segera menghubungi tenaga profesional, konselor sekolah, atau layanan kesehatan terdekat.
Penulis: Rafel
Editor: Us






