PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Keberhasilan Polres Probolinggo menetapkan tersangka pencurian tujuh koper milik wisatawan asal Thailand di pelataran parkir pemberhentian bus kawasan Pendopo, Kecamatan Sukapura, disambut lega pelaku usaha pariwisata.
Kasus yang sempat viral itu bukan hanya mencoreng citra wisata, tetapi juga berdampak langsung pada pendapatan agen travel. Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami penurunan omzet sejak kabar kehilangan koper wisatawan asing tersebut menyebar luas.
Salah satu agen travel asal Probolinggo, Sanemo, mengatakan para pelaku wisata merasa terpukul karena keamanan kawasan wisata dipertanyakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setelah berita itu viral, dampaknya langsung terasa. Ada penurunan pemesanan. Di mata wisatawan, apalagi mancanegara, wisata jadi dianggap tidak aman,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, isu keamanan sangat sensitif bagi destinasi unggulan seperti Gunung Bromo. Sekali muncul persepsi negatif, efeknya bisa berkepanjangan terhadap tingkat kunjungan.
Sebagai bentuk apresiasi atas pengungkapan kasus tersebut, ratusan agen travel mengirimkan puluhan karangan bunga ke Mapolres Probolinggo. Karangan bunga itu berisi ucapan terima kasih atas langkah cepat kepolisian dalam memburu dan menetapkan tersangka.
Sanemo berharap, pengungkapan kasus ini menjadi momentum pemulihan kepercayaan wisatawan. Ia juga meminta pengamanan di kawasan parkir dan titik kumpul wisata diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Keamanan adalah kunci. Kalau wisatawan merasa aman, mereka akan datang kembali,” tegasnya.
Penulis: Rafel
Editor: Us






