PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Aktivitas wisata di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, selama libur Lebaran tahun ini terpantau stabil. Tidak ada lonjakan signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya, namun arus kunjungan tetap terjaga dan kawasan wisata masih dipadati wisatawan.
Pelaku jasa wisata jeep di kawasan Bromo, Adi, menyebut jumlah pengunjung pada momen Lebaran kali ini relatif tidak jauh berbeda dibanding tahun lalu. Menurutnya, Bromo masih menjadi tujuan favorit, meski tanpa peningkatan drastis.
“Pengunjung tetap ramai, saya rasa hampir sama dengan tahun lalu,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, stabilnya jumlah wisatawan juga ditunjang oleh perbaikan sistem pengelolaan di pintu masuk. Jika sebelumnya antrean panjang hingga memicu kemacetan kerap terjadi, kini kondisi tersebut sudah jauh lebih terkendali.
“Sekarang tidak ada kemacetan di tiket masuk. Penanganannya lebih cepat, jadi pengunjung lebih lancar masuk,” jelasnya.
Senada, pelaku wisata lainnya, Umam, juga mengakui bahwa arus wisatawan tetap berjalan selama libur Lebaran. Permintaan penyewaan jeep masih ada dan mampu mengisi armada setiap harinya, meski tidak sampai membludak.
“Orderan tetap ada, armada masih terisi. Tapi memang tidak sepadat tahun lalu,” katanya.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa minat wisata ke Bromo masih cukup kuat, hanya saja tidak mengalami lonjakan seperti momentum Lebaran sebelumnya.
Dari sisi asal wisatawan, mayoritas masih didominasi wisatawan domestik. Banyak di antaranya merupakan pemudik dari kota besar seperti Jakarta dan Bandung yang menyempatkan diri berkunjung sebelum kembali ke perantauan.
“Lokal, tapi dari luar daerah. Mereka mudik, lalu sebelum balik mampir ke Bromo,” ujar Umam.
Adi menambahkan, komposisi wisatawan saat ini sekitar 70 persen berasal dari dalam negeri, sementara sisanya merupakan wisatawan mancanegara, didominasi dari Asia dan sebagian Eropa.
Stabilnya jumlah kunjungan ini menunjukkan bahwa Gunung Bromo tetap menjadi destinasi unggulan saat libur Lebaran. Meski tanpa lonjakan signifikan, arus wisata yang terjaga dinilai menjadi indikator positif bagi keberlanjutan sektor pariwisata di kawasan tersebut. (*)






