PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Kondisi jalan kabupaten di Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, semakin memprihatinkan. Padahal wilayah ini termasuk dalam kawasan ring Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru. Kerusakan jalan yang sudah berlangsung lama bahkan disebut sering menimbulkan kecelakaan hingga korban jiwa.

Kekecewaan warga pun memuncak setelah janji perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo belum juga terealisasi. Warga akhirnya memilih bergerak sendiri dengan melakukan perbaikan secara swadaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Dinas PUPR bersama Bupati Probolinggo sempat meninjau lokasi pada tahun lalu. Saat itu, pemerintah menjanjikan perbaikan total akan dilakukan pada Juni 2026. Namun belakangan, warga mendapat kabar bahwa rencana tersebut kembali mundur hingga tahun 2027.
Salah satu perangkat Desa Sapih, Kijun, menyebut masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap janji pemerintah.
“Pagi tadi kami mendapat informasi dari pihak PUPR bahwa perbaikannya diundur lagi ke tahun 2027. Warga sudah tidak percaya lagi dengan janji-janji itu,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Ketidakjelasan tersebut membuat warga mengambil langkah mandiri. Atas inisiatif Sekretaris Desa Sapih, Tonawar, masyarakat sepakat menggalang iuran sukarela untuk menambal lubang-lubang jalan yang dinilai sangat membahayakan. Dana yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar Rp4 juta.
Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli material seperti koral, batako, pasir, dan semen guna memperbaiki titik-titik kerusakan.

Aksi gotong royong ini dilakukan di tengah kondisi ekonomi warga yang sedang sulit, akibat hasil panen menurun serta harga pupuk dan obat pertanian yang terus naik.
Tonawar menegaskan, iuran dilakukan karena jalan tersebut merupakan akses utama bagi warga dan tidak bisa lagi menunggu perbaikan pemerintah.
“Warga terpaksa patungan karena ini jalur penting. Kami tidak bisa menunggu lebih lama sementara korban terus berjatuhan. Ini bentuk protes sekaligus upaya menyelamatkan warga,” tegasnya.
Jalan Desa Sapih sendiri memiliki peran vital dalam mendukung konektivitas kawasan wisata Bromo Tengger Semeru yang menjadi prioritas pembangunan nasional. Namun kondisi di lapangan justru menunjukkan akses utama itu dibiarkan rusak bertahun-tahun.
Warga berharap perhatian pemerintah segera hadir, baik dari tingkat daerah maupun pusat, agar jalur strategis menuju kawasan wisata internasional tersebut tidak terus memakan korban.
Penulis: Aspari AR
Editor: Us






