Diduga Curi Motor, Pria Dihajar Massa di Sukapura Probolinggo

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Belum reda keresahan akibat maraknya pencurian, warga Sukapura kembali bertindak di luar hukum. Seorang pria yang diduga hendak mencuri sepeda motor dihajar massa hingga babak belur di Desa Sapikerep, Kamis (15/1/2026) malam. Peristiwa ini menjadi potret terbaru keresahan warga yang tak terbendung di tengah maraknya kasus kriminalitas.

 

Insiden terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Rekaman video berdurasi 5 menit 57 detik yang beredar luas di sejumlah grup WhatsApp memperlihatkan situasi brutal saat terduga pelaku dikerumuni dan dipukuli. Dalam kondisi tidak berdaya, pria tersebut tampak menerima kekerasan berulang hingga mengalami luka di kepala dan tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kanit Reskrim Polsek Sukapura, Aipda Eko Aprianto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, terduga pelaku dipergoki warga saat diduga hendak mencuri satu unit sepeda motor Honda Revo milik warga setempat.

Sepeda Motor yang Hendak Dicuri oleh Pelaku

“Pelaku sempat melarikan diri setelah aksinya diketahui, namun berhasil ditemukan warga bersembunyi di area semak-semak tidak jauh dari lokasi kejadian,” ujar Aipda Eko Aprianto, Jumat (16/1/2026).

Namun sebelum aparat tiba, emosi massa terlanjur tersulut. Lokasi kejadian yang berada jauh dari akses jalan utama membuat situasi semakin sulit dikendalikan. Upaya evakuasi baru bisa dilakukan setelah anggota kepolisian menembus lokasi dan menarik terduga pelaku dari kepungan warga.

“Anggota kami langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dan segera mengevakuasi yang bersangkutan dari amukan massa,” jelasnya.

Aipda Eko mengungkapkan, terduga pelaku dievakuasi dalam kondisi luka-luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas Sukapura untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah kondisinya stabil, pemeriksaan dilakukan guna mendalami dugaan pencurian tersebut.

“Masih kami dalami kasusnya, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain,” tegasnya.

Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya tensi sosial di wilayah Sukapura, di mana aksi pencurian kerap memicu reaksi spontan warga. Aparat pun menyesalkan terjadinya kekerasan dan menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri justru berpotensi menimbulkan persoalan hukum baru.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan kekerasan. Serahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada kepolisian. Hukum tidak bisa ditegakkan dengan cara main hakim sendiri,” pungkas Aipda Eko Aprianto.

 

Penulis: Rafel

Editor: Us

Berita Terkait

Tunjangan Guru Ngaji Cair, PDI Perjuangan Apresiasi Pemkab Probolinggo dan Kesra
Bromo Ditutup Saat Nyepi! Ini Jadwal dan Aturan untuk Wisatawan
Himbauan Ketua DPC Hiswana Migas Malang: Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying LPG 3 Kg Jelang Idul Fitri
Insentif Guru Ngaji di Probolinggo Diperluas, LIRA: Ini Langkah Positif Wali Kota
Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Bromo Ditutup Total Demi Jaga Kesucian Ritual
GP Ansor Ranting Kelurahan Sumbertaman Salurkan Zakat
Perum Bulog Probolinggo Salurkan Bantuan Pangan Perdana Tahun 2026
Layanan Mudik Santri Dipermudah, Ponirin Mika Puji Koordinasi Syahbandar dan Forkopimda
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:48 WIB

Tunjangan Guru Ngaji Cair, PDI Perjuangan Apresiasi Pemkab Probolinggo dan Kesra

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:44 WIB

Bromo Ditutup Saat Nyepi! Ini Jadwal dan Aturan untuk Wisatawan

Jumat, 20 Maret 2026 - 08:08 WIB

Himbauan Ketua DPC Hiswana Migas Malang: Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying LPG 3 Kg Jelang Idul Fitri

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:29 WIB

Insentif Guru Ngaji di Probolinggo Diperluas, LIRA: Ini Langkah Positif Wali Kota

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:05 WIB

Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Bromo Ditutup Total Demi Jaga Kesucian Ritual

Berita Terbaru

Probolinggo

Bromo Ditutup Saat Nyepi! Ini Jadwal dan Aturan untuk Wisatawan

Jumat, 20 Mar 2026 - 10:44 WIB