Dewan Kritik Proyek Arteri di Kota Probolinggo: Jangan Asal Kerja, Uji Laboratorium Harus Duluan!

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Suhu kritik terhadap proyek preservasi Jalan Soekarno Hatta, Kota Probolinggo, makin panas. Setelah sidak Komisi III DPRD pada Selasa (21/10/2025), kini giliran para wakil rakyat menumpahkan kekesalan atas dugaan lemahnya perencanaan, pengerjaan yang terburu-buru, hingga rusaknya taman kota akibat proyek tersebut.

Saat ditemui di ruang Fraksi Gembira, Rabu (22/10/2025) siang, Anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Robet Riyanto, menegaskan bahwa proyek bernilai 40 miliar rupiah itu menyisakan banyak tanda tanya di lapangan.

“Taman itu wajib diperbaiki. Kalau anggarannya tidak ada, berarti perencanaannya yang tidak benar. Taman yang bagus dirusak tapi tidak dikembalikan seperti semula, ini jelas keliru,” tegas Robet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyoroti kualitas material proyek, seperti box culvert dan kanstin beton, yang dinilai belum melalui uji laboratorium sebelum dipasang.

“Itu harus diuji lab dulu baru dikerjakan, bukan dibalik. Kami ingin tahu hasil uji tekanannya berapa, speknya sesuai HPS atau tidak. Jangan-jangan nanti lima tahun ke depan proyek ini malah jadi beban kota karena dikerjakan asal-asalan,” sindirnya tajam.

Tak berhenti di situ, Robet juga mempertanyakan aktivitas kendaraan berat yang lalu-lalang di area proyek menggunakan roda keras.

“Kok kendaraan berat pakai roda keras? Harusnya pakai ban karet. Kalau seperti itu, jalan yang baru saja dikerjakan bisa rusak lagi. Kami juga belum tahu apakah desain dan pelaksanaan proyek ini benar-benar sesuai bestek,” ujarnya dengan nada geram.

Lebih jauh, politisi Komisi III itu menyinggung soal pemangkasan 85 pohon di sepanjang jalur proyek. Ia menilai hasil penjualan kayu senilai Rp5 juta sangat tidak sebanding dengan ongkos pemotongan dan pengangkutan di lapangan.

“Kalau dihitung-hitung, ongkos potong dan angkut malah lebih mahal dari harga lakunya pohon itu. Ini jelas janggal,” katanya.

Robet memastikan Komisi III tidak akan tinggal diam. DPRD akan memanggil kontraktor pelaksana dan dinas teknis terkait untuk memberikan klarifikasi terbuka.

“Kami ini wakil rakyat. Kalau pekerjaan pemerintah tidak sesuai dan rakyat kecewa, yang kena hujat ya kami. Jadi harus jelas, uji lab-nya mana, spesifikasinya apa, dan tanggung jawabnya siapa,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Sampah Menggunung Ratusan Meter, Masyarakat Kesulitan Melintas 
Larangan Mancing di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo Diprotes, Warga: Tak Relevan dan Tak Masuk Akal
Motor Dicongkel di GOR Mastrip, Komisioner KPU Kota Probolinggo Kehilangan HP dan Dompet
Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kawal Ketat Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031
35 Warga Kota Probolinggo Laporkan Biro Umroh ke Polisi, Puluhan Juta Raib Tak Pernah Berangkat
Dituding Abai Bencana dan Pesta Ultah di Jam Kerja, PMII Kepung DPRD Probolinggo: Ketua DPRD Diminta Dicopot
TRAGEDI DI WISATA KUM-KUM PROBOLINGGO, LANSIA ASAL PASURUAN TEWAS SAAT BERENDAM
Polres Probolinggo Kota Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Tekankan Pendekatan Humanis dan Tegas
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:17 WIB

Sampah Menggunung Ratusan Meter, Masyarakat Kesulitan Melintas 

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:07 WIB

Larangan Mancing di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo Diprotes, Warga: Tak Relevan dan Tak Masuk Akal

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:31 WIB

Motor Dicongkel di GOR Mastrip, Komisioner KPU Kota Probolinggo Kehilangan HP dan Dompet

Selasa, 3 Februari 2026 - 05:48 WIB

Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kawal Ketat Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031

Senin, 2 Februari 2026 - 20:01 WIB

35 Warga Kota Probolinggo Laporkan Biro Umroh ke Polisi, Puluhan Juta Raib Tak Pernah Berangkat

Berita Terbaru