Dari Probolinggo ke Podium SEA Games: Aprianto Persembahkan Perak untuk Indonesia

- Jurnalis

Rabu, 24 Desember 2025 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Kerja panjang pembinaan atlet daerah akhirnya berbuah prestasi internasional. Aprianto (23), atlet dayung asal Kota Probolinggo, sukses mempersembahkan medali perak SEA Games 2025 untuk Indonesia pada nomor Rowing Men’s Lightweight Pair di Rayong, Thailand, Rabu (17/12/2025).

 

Berpasangan dengan Ferdiansyah, Aprianto tampil solid sejak start hingga finis di Pusat Latihan Dayung-Kano Royal Thai Navy. Duet Indonesia mencatatkan waktu 7 menit 59,736 detik, hanya terpaut tipis dari pasangan Vietnam Hoang Van Dat/Nguyen Phu yang merebut emas dengan 7 menit 53,080 detik. Medali perunggu diamankan tuan rumah Thailand lewat catatan 8 menit 8,138 detik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ketua PODSI Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menegaskan, Aprianto adalah satu-satunya wakil Kota Probolinggo di cabang dayung pada SEA Games tahun ini. Prestasi tersebut, kata dia, merupakan hasil proses panjang, bukan keberhasilan instan.

 

“Aprianto berangkat dari nol. Sejak bergabung dengan PODSI Kota Probolinggo tahun 2022, dia langsung membuktikan kualitasnya di Porprov dengan dua emas. Dari situ pembinaannya berjenjang hingga Pelatnas,” ujar Sugito.

 

Menuju SEA Games, Aprianto lebih dulu digembleng melalui Pemusatan Latihan Nasional di Waduk Jatiluhur selama hampir setahun. Pada PON Aceh 2024, ia kembali menunjukkan konsistensi dengan meraih perak yang mengantarkannya lolos seleksi Pelatnas.

 

“Menjelang SEA Games, dia juga mengikuti uji coba internasional di China dan kembali membawa perak. Ini menunjukkan daya saingnya stabil di level internasional,” tambahnya.

 

Namun, tidak semua cabang dari Kota Probolinggo bernasib sama. Atlet panjat tebing Bomantara Bintang Prayuda (18) yang turun di nomor Boulder harus tersingkir sebelum final dan belum mampu menyumbang medali.

 

Ketua Harian FPTI Kota Probolinggo Iwan Rosidi mengakui faktor teknis menjadi kendala utama. Meski poin sama, jumlah percobaan yang lebih banyak membuat atlet Indonesia kalah bersaing.

 

“Pembacaan jalur belum maksimal, sehingga harus mencoba berulang-ulang. Ini berpengaruh langsung pada hasil,” jelas Iwan.

 

Ia juga menyoroti kesenjangan kualitas jalur Boulder Indonesia dibanding negara pesaing seperti Thailand, Singapura, dan Filipina.

 

“Ini jadi alarm evaluasi serius. Di Boulder kita tertinggal, sementara di nomor lead dan speed Indonesia masih relatif unggul,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Probolinggo Zulfikar Imawan menilai capaian Aprianto menjadi bukti bahwa pembinaan atlet daerah, jika dilakukan secara konsisten, mampu melahirkan prestasi internasional.

 

“Medali ini bukan hanya milik Aprianto, tapi juga hasil kerja panjang pembinaan olahraga di Kota Probolinggo. Ini menjadi motivasi sekaligus tantangan untuk cabang lain agar bisa menyusul,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tunjangan Guru Ngaji Cair, PDI Perjuangan Apresiasi Pemkab Probolinggo dan Kesra
Bromo Ditutup Saat Nyepi! Ini Jadwal dan Aturan untuk Wisatawan
Himbauan Ketua DPC Hiswana Migas Malang: Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying LPG 3 Kg Jelang Idul Fitri
Insentif Guru Ngaji di Probolinggo Diperluas, LIRA: Ini Langkah Positif Wali Kota
Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Bromo Ditutup Total Demi Jaga Kesucian Ritual
GP Ansor Ranting Kelurahan Sumbertaman Salurkan Zakat
Perum Bulog Probolinggo Salurkan Bantuan Pangan Perdana Tahun 2026
Layanan Mudik Santri Dipermudah, Ponirin Mika Puji Koordinasi Syahbandar dan Forkopimda
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:48 WIB

Tunjangan Guru Ngaji Cair, PDI Perjuangan Apresiasi Pemkab Probolinggo dan Kesra

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:44 WIB

Bromo Ditutup Saat Nyepi! Ini Jadwal dan Aturan untuk Wisatawan

Jumat, 20 Maret 2026 - 08:08 WIB

Himbauan Ketua DPC Hiswana Migas Malang: Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying LPG 3 Kg Jelang Idul Fitri

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:29 WIB

Insentif Guru Ngaji di Probolinggo Diperluas, LIRA: Ini Langkah Positif Wali Kota

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:05 WIB

Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Bromo Ditutup Total Demi Jaga Kesucian Ritual

Berita Terbaru

Probolinggo

Bromo Ditutup Saat Nyepi! Ini Jadwal dan Aturan untuk Wisatawan

Jumat, 20 Mar 2026 - 10:44 WIB