Bromo Ditutup Sepekan, Pemulihan Alam Usai Diserbu Wisatawan Libur Panjang

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 05:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Kawasan konservasi wisata alam Gunung Bromo akan ditutup total selama satu pekan, terhitung mulai 6 hingga 12 April 2026. Penutupan ini dilakukan setelah lonjakan kunjungan wisatawan yang memadati kawasan tersebut selama libur panjang Lebaran dan Paskah.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah serius untuk memulihkan kondisi ekosistem yang selama ini terus tertekan akibat aktivitas wisata yang nyaris tanpa jeda.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, menegaskan bahwa penutupan ini merupakan bagian dari upaya memberikan “waktu istirahat” bagi alam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kawasan konservasi seperti Bromo tidak bisa terus-menerus dieksploitasi tanpa henti. Alam, layaknya manusia dan peralatan, membutuhkan jeda untuk memulihkan diri secara alami.

“Setiap hari kawasan ini dilalui dan dimanfaatkan. Tanpa jeda, ekosistem tidak punya kesempatan untuk melakukan proses pemulihan secara alami, baik itu vegetasi, tanah, maupun lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha

Rudijanta juga mengungkapkan, kebijakan penutupan kawasan sebenarnya bukan hal baru. Pada tahun-tahun sebelumnya, jeda pemulihan bahkan pernah dilakukan dalam durasi yang lebih lama. Namun, tradisi tersebut sempat terhenti, terutama saat pandemi Covid-19 ketika aktivitas wisata menurun drastis.

Kini, seiring meningkatnya kembali jumlah kunjungan wisatawan, kebutuhan akan waktu pemulihan menjadi semakin mendesak.

Ia menambahkan, momen penutupan ini dipilih usai puncak libur panjang, ketika jumlah wisatawan mulai menurun. Selain untuk efektivitas pemulihan, pertimbangan tersebut juga berkaitan dengan potensi penurunan pendapatan dari sektor wisata setelah masa puncak kunjungan berlalu.

“Setelah libur panjang seperti Lebaran dan Paskah, biasanya kunjungan mulai turun. Ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan pemulihan kawasan,” jelasnya.

Selama masa penutupan, seluruh aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo akan dihentikan sementara. Pengelola berharap langkah ini dapat menjaga kelestarian alam sekaligus memastikan keberlanjutan wisata di masa mendatang. (*)

Berita Terkait

”New Bromo” Dimulai: Jalur Lingkar Kaldera Tengger Disiapkan, Alam Dijaga, Wisata Ditata Ulang
Tak Pernah Absen! Ning Tiwi Kembali Santuni Anak Yatim di Probolinggo
Wujudkan Indonesia Asri, Tiga Pilar Kelurahan Sumbertaman Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air
Dibuntuti dan Diteror, Warga Sumber Wetan Kota Probolinggo Tangkap Pemuda Berperilaku Menyimpang
Umat Hindu Tengger Bromo Rayakan Saraswati, Teguhkan Nilai Ilmu dan Kebijaksanaan
Wisata Arung Jeram Probolinggo Resmi Dibuka, Dorong Potensi Lokal dan Pariwisata
Kasus Dugaan Pencabulan Balita di Kota Probolinggo, Ibu Lapor Polisi Usai Pengakuan Anak
Aktivis Gelar “Kemah” di Mapolres, Desak Kasus Tambang Ilegal Patalan Segera Dituntaskan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 16:15 WIB

”New Bromo” Dimulai: Jalur Lingkar Kaldera Tengger Disiapkan, Alam Dijaga, Wisata Ditata Ulang

Selasa, 7 April 2026 - 08:58 WIB

Tak Pernah Absen! Ning Tiwi Kembali Santuni Anak Yatim di Probolinggo

Selasa, 7 April 2026 - 05:50 WIB

Bromo Ditutup Sepekan, Pemulihan Alam Usai Diserbu Wisatawan Libur Panjang

Senin, 6 April 2026 - 16:10 WIB

Wujudkan Indonesia Asri, Tiga Pilar Kelurahan Sumbertaman Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air

Sabtu, 4 April 2026 - 23:21 WIB

Dibuntuti dan Diteror, Warga Sumber Wetan Kota Probolinggo Tangkap Pemuda Berperilaku Menyimpang

Berita Terbaru