PROBOLINGGO – Penggunaan lapangan inti Stadion Bayuangga Kota Probolinggo untuk sebuah event menuai kekesalan dari Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Probolinggo.
Ketua Askot PSSI, Eko Purwanto, menilai pemanfaatan lapangan yang biasa dipakai atlet sepak bola untuk berlatih itu dilakukan tanpa pemberitahuan maupun koordinasi sebelumnya.
Eko menegaskan, pihaknya tidak pernah diundang atau diberi tahu terkait agenda penggunaan stadion tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak pernah diberitahu. Terakhir, kami hanya dilibatkan saat penggunaan stadion untuk rangkaian Hari Jadi Kota Probolinggo. Kalau event ini, tidak ada pemberitahuan sama sekali,” ujarnya, Kamis (18/9/2025) siang.
Menurutnya, pada kesepakatan awal bersama Wali Kota, penggunaan stadion untuk kegiatan Hari Jadi hanya diperbolehkan di area pinggir, bukan lapangan inti. Namun pada event kali ini, lapangan utama justru dipakai tanpa sepengetahuan pihaknya.
“Untuk event ini—entah batik, entah line dance—saya tidak tahu apakah termasuk rangkaian Hari Jadi atau bukan. Yang jelas, saya tidak pernah diajak rapat koordinasi,” tegasnya.
Eko menambahkan, penggunaan lapangan inti stadion jelas menyalahi aturan dan berpotensi mengganggu aktivitas latihan atlet sepak bola.
Pihaknya pun secara tegas menyatakan keberatan serta menolak pemanfaatan lapangan inti untuk kegiatan non-olahraga.
“Yang jelas, kami menolak. Namun kembali lagi, apalah kemampuan kami,” tandasnya.






