Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Daop 9 Jember Siagakan Tim dan Peralatan di Jalur Rawan

- Jurnalis

Kamis, 3 Juli 2025 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarabayuangga.com – Menghadapi musim dengan cuaca yang tidak menentu dan potensi ekstrem, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan di sepanjang jalur rel operasional, terutama pada titik-titik rawan banjir dan longsor.

 

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu perjalanan kereta api di wilayah kerja Daop 9 yang meliputi Kabupaten Pasuruan hingga Banyuwangi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kami telah melakukan pemetaan titik-titik rawan bencana, seperti tebing labil, bantaran sungai, dan daerah lintasan dengan potensi genangan. Tim jalan rel dan jembatan (JJ) serta petugas pemeriksa lintas kami siagakan selama 24 jam,” ujar Cahyo Widiantoro, Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Rabu (3/7).

 

Menurut Cahyo, beberapa titik yang menjadi fokus perhatian di antaranya berada di lintas Jember – Kalibaru – Banyuwangi, yang memiliki kontur pegunungan dan tebing curam. Di lokasi-lokasi ini, KAI telah menyiagakan alat berat ringan, karung pasir, hingga alat komunikasi darurat.

 

Selain itu, Petugas Pemeriksa Jalur atau PPJ juga ditambah dan dijadwalkan lebih intensif saat malam hingga dini hari. KAI juga menjalin koordinasi aktif dengan BMKG untuk memantau cuaca serta penanganan darurat jika diperlukan.

 

“Keselamatan perjalanan kereta api adalah prioritas utama kami. Karena itu, setiap potensi gangguan jalur akibat cuaca buruk harus ditangani sedini mungkin. Jangan sampai kereta tertahan atau bahkan tergelincir akibat jalur tidak aman,” tambah Cahyo.

 

Dalam semester pertama tahun 2025 ini, Daop 9 Jember mencatat nihil gangguan besar akibat bencana alam.

 

”Namun kami tetap menyiagakan SOP tanggap darurat yang mencakup penghentian perjalanan sementara bila ditemukan kondisi lintas tidak aman,” imbuh Cahyo.

 

PT KAI juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di dekat jalur rel, terutama saat hujan deras yang berisiko menyebabkan longsor atau pergeseran tanah.

 

Masyarakat yang mengetahui adanya potensi gangguan atau kerusakan jalur dapat melaporkan melalui Contact Center 121 atau layanan WhatsApp di 08111-2111-121 agar dapat segera ditindaklanjuti.(red)

Berita Terkait

Sampah Menggunung Ratusan Meter, Masyarakat Kesulitan Melintas 
Larangan Mancing di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo Diprotes, Warga: Tak Relevan dan Tak Masuk Akal
Motor Dicongkel di GOR Mastrip, Komisioner KPU Kota Probolinggo Kehilangan HP dan Dompet
Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kawal Ketat Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031
35 Warga Kota Probolinggo Laporkan Biro Umroh ke Polisi, Puluhan Juta Raib Tak Pernah Berangkat
Dituding Abai Bencana dan Pesta Ultah di Jam Kerja, PMII Kepung DPRD Probolinggo: Ketua DPRD Diminta Dicopot
TRAGEDI DI WISATA KUM-KUM PROBOLINGGO, LANSIA ASAL PASURUAN TEWAS SAAT BERENDAM
Polres Probolinggo Kota Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Tekankan Pendekatan Humanis dan Tegas
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:17 WIB

Sampah Menggunung Ratusan Meter, Masyarakat Kesulitan Melintas 

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:07 WIB

Larangan Mancing di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo Diprotes, Warga: Tak Relevan dan Tak Masuk Akal

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:31 WIB

Motor Dicongkel di GOR Mastrip, Komisioner KPU Kota Probolinggo Kehilangan HP dan Dompet

Selasa, 3 Februari 2026 - 05:48 WIB

Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kawal Ketat Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031

Senin, 2 Februari 2026 - 20:01 WIB

35 Warga Kota Probolinggo Laporkan Biro Umroh ke Polisi, Puluhan Juta Raib Tak Pernah Berangkat

Berita Terbaru