Anggaran Kormi hingga Belanja Rumah Tangga Kepala Daerah Kota Probolinggo Jadi Sasaran Kritik PKB

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fraksi PKB DPRD Kota Probolinggo memberi kritik tajam terhadap dua pos anggaran dalam pembahasan APBD, yaitu usulan kegiatan Kormi Kota Probolinggo serta anggaran rumah tangga kepala daerah dan wakil kepala daerah. Kritik ini disampaikan Wakil Ketua DPRD, Abdul Mujib saat pembahasan Badan Anggaran.

Mujib mengatakan proposal kegiatan Kormi senilai Rp500 juta seharusnya diperbaiki dulu sebelum disetujui. Namun faktanya, anggaran itu langsung disetujui penuh tanpa revisi.

“Biasanya proposal itu selalu lebih tinggi dari kebutuhan nyata di lapangan, jadi pasti ada penyesuaian. Tapi ini malah langsung disetujui 100 persen. Ini aneh sekali,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengkritik isi kegiatan dalam proposal tersebut. Menurutnya, banyak rencana kegiatan yang tidak sesuai dengan tugas Kormi sebagai wadah olahraga rekreasi masyarakat.

“Isinya malah outbound, belanja pesawat, transportasi mobil, dan macam-macam. Arahnya ke mana? Jangan sampai ini cuma kegiatan jalan-jalan,” katanya.

PKB menegaskan bahwa olahraga rekreasi seharusnya kegiatan sederhana yang menghibur warga, bukan kegiatan bepergian dengan biaya besar. Karena itu, PKB meminta Inspektorat untuk meninjau ulang seluruh proposal tersebut.

Selain Kormi, PKB juga mengkritik anggaran rumah tangga kepala daerah dan wakilnya yang mencapai Rp3,12 miliar per tahun. Dari RKA, mereka menemukan beberapa belanja yang dianggap tidak masuk akal.

“Contohnya, ada item pel-pelan sampai 48 kali setahun. Kalau satu kali saja 135 ribu, tinggal dihitung saja totalnya. Ini perlu ditinjau ulang,” tutur Mujib.

Ia menekankan bahwa meski anggaran rumah tangga kepala daerah boleh diatur lewat peraturan wali kota dan tidak menyalahi aturan, tetap harus memenuhi prinsip anggaran: efektif, efisien, dan bermanfaat. Pemerintah juga diminta lebih peka dengan kondisi masyarakat, apalagi ada sektor lain yang justru dipotong.

“Coba bandingkan dengan bantuan sosial atau honor guru TPQ yang malah dikurangi. Mereka hanya butuh tambahan sekitar 2 miliar untuk kembali seperti semula. Tapi di sisi lain, anggaran rumah tangga justru sangat besar,” jelasnya.

Mujib menegaskan PKB tidak pernah menolak anggaran yang benar-benar dibutuhkan. Namun setiap pengeluaran APBD harus punya alasan kuat dan membawa manfaat bagi masyarakat.

 

“Kalau anggarannya tidak masuk akal, siapapun yang mengajukan, saya tetap tidak bisa setuju,” tegasnya.

Berita Terkait

Motor Dicongkel di GOR Mastrip, Komisioner KPU Kota Probolinggo Kehilangan HP dan Dompet
Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kawal Ketat Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031
35 Warga Kota Probolinggo Laporkan Biro Umroh ke Polisi, Puluhan Juta Raib Tak Pernah Berangkat
Dituding Abai Bencana dan Pesta Ultah di Jam Kerja, PMII Kepung DPRD Probolinggo: Ketua DPRD Diminta Dicopot
TRAGEDI DI WISATA KUM-KUM PROBOLINGGO, LANSIA ASAL PASURUAN TEWAS SAAT BERENDAM
Polres Probolinggo Kota Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Tekankan Pendekatan Humanis dan Tegas
Viral! Ditinggal Mancing, Motor Hilang di TPI Paiton Probolinggo, Petugas Sebut Sering Terjadi
Kecelakaan Kerja di Kota Probolinggo, Teknisi PT AFU Meninggal Dunia
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:31 WIB

Motor Dicongkel di GOR Mastrip, Komisioner KPU Kota Probolinggo Kehilangan HP dan Dompet

Selasa, 3 Februari 2026 - 05:48 WIB

Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kawal Ketat Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031

Senin, 2 Februari 2026 - 20:01 WIB

35 Warga Kota Probolinggo Laporkan Biro Umroh ke Polisi, Puluhan Juta Raib Tak Pernah Berangkat

Senin, 2 Februari 2026 - 19:23 WIB

Dituding Abai Bencana dan Pesta Ultah di Jam Kerja, PMII Kepung DPRD Probolinggo: Ketua DPRD Diminta Dicopot

Senin, 2 Februari 2026 - 18:38 WIB

TRAGEDI DI WISATA KUM-KUM PROBOLINGGO, LANSIA ASAL PASURUAN TEWAS SAAT BERENDAM

Berita Terbaru