Aktivis Diteror, Negara Jangan Kalah: Ashraf Desak APH Segera Tangkap Pelaku dan Bongkar Aktor di Baliknya

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, suarabayuangga.com — Pengamat hukum dan politik Jawa Timur, Ashraf, mengutuk keras aksi teror yang menimpa aktivis KontraS. Ia menilai tindakan kekerasan terhadap aktivis yang menyuarakan kritik dan kontrol terhadap kekuasaan merupakan ancaman serius bagi iklim demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia.

 

Menurut Ashraf, negara tidak boleh kalah oleh praktik-praktik teror yang mencoba membungkam suara masyarakat sipil. Karena itu, aparat penegak hukum (APH) harus segera bergerak cepat, profesional, dan transparan untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Teror terhadap aktivis adalah bentuk intimidasi terhadap kebebasan sipil dan nilai-nilai demokrasi. Saya mengutuk keras tindakan tersebut dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut secara menyeluruh, menangkap pelaku, serta membongkar siapa pun aktor yang berada di balik aksi teror ini,” tegas Ashraf.

 

Ia menambahkan, dengan kemampuan investigasi, perangkat teknologi, serta kewenangan yang dimiliki aparat saat ini, pengungkapan kasus seperti ini seharusnya tidak menjadi persoalan yang sulit.

 

“Secara kapasitas kelembagaan dan teknologi, ini bukan perkara yang rumit bagi aparat penegak hukum. Publik menunggu langkah cepat dan tegas agar tidak muncul kesan negara kalah oleh praktik teror terhadap masyarakat sipil,” ujarnya.

 

Ashraf juga menekankan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk memberikan jaminan perlindungan dan keamanan kepada setiap warga negara, khususnya para aktivis, pegiat demokrasi, dan masyarakat sipil yang menjalankan fungsi kontrol sosial.

 

“Negara melalui aparat penegak hukum wajib memastikan adanya jaminan keamanan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Jangan sampai tindakan teror seperti ini terulang kembali dan menciptakan rasa takut di ruang publik,” tambahnya.

 

Ia berharap proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga tidak hanya memberikan keadilan bagi korban, tetapi juga menjaga kepercayaan publik terhadap komitmen negara dalam melindungi demokrasi dan kebebasan sipil. (*)

Berita Terkait

Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara Resmi Dibentuk di Surabaya, Grace Evi Ekawati Terpilih Jadi Ketua
Srikandi DPD Grib Jaya Menghadiri Undangan Bukber di kantor Srikandi DPC GRIB JAYA Kota Batu
Tak Ada Ampun! Satgas LSM LIRA Jatim Awasi Ketat Pelaksanaan MBG
Heboh! 7 Koper Wisatawan Thailand Digondol Maling Saat Transit ke Bromo
Madas Nusantara Soroti Dugaan Unsur Perjudian di DA7 Indosiar, KPI Terancam Dilaporkan
Forum NGO Madura Bersama FP3TI dan AWP Galang Dana untuk Korban Banjir Aceh dan Sumatra
Peringati Hari Ibu, Hj. Raden Ayu Sri Setyo Pertiwi: Ibu Adalah Fondasi Utama Membangun Peradaban Bangsa
Kematian Tersangka Tidak Mengubur Kebenaran: Dana Hibah Jatim Harus Diusut hingga Lingkaran Kekuasaa
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:15 WIB

Aktivis Diteror, Negara Jangan Kalah: Ashraf Desak APH Segera Tangkap Pelaku dan Bongkar Aktor di Baliknya

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:11 WIB

Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara Resmi Dibentuk di Surabaya, Grace Evi Ekawati Terpilih Jadi Ketua

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:08 WIB

Srikandi DPD Grib Jaya Menghadiri Undangan Bukber di kantor Srikandi DPC GRIB JAYA Kota Batu

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:34 WIB

Tak Ada Ampun! Satgas LSM LIRA Jatim Awasi Ketat Pelaksanaan MBG

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:36 WIB

Heboh! 7 Koper Wisatawan Thailand Digondol Maling Saat Transit ke Bromo

Berita Terbaru

Probolinggo

Dispopar Gelar Rakor Penguatan Kelembagaan Pokdarwis 

Sabtu, 14 Mar 2026 - 11:30 WIB