BANGKALAN, suarabayuangga.com – Masyarakat Madura kini memiliki wadah baru untuk memperkuat persatuan dan mendukung pembangunan daerah, melalui pembentukan Badan Musyawarah (Bamus) Madura.
Organisasi ini resmi diluncurkan dalam acara halal bihalal di Bangkalan. Bamus Madura merupakan hasil kerja sama tiga organisasi, yaitu Madas Nusantara, Madas Sedarah, dan Madas Serumpun.
Pembentukan Bamus diharapkan bisa menjadi wadah bersama untuk menjaga kekompakan masyarakat Madura, sekaligus mendorong pembangunan di berbagai sektor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Bupati Bangkalan, hingga perwakilan TNI, Polri, dan berbagai organisasi masyarakat.
Bamus Madura akan fokus mengawal berbagai program pembangunan, termasuk rencana pengembangan ekonomi di Madura, seperti sektor tembakau, garam, peternakan, hingga rencana pendirian bank daerah.
Ketua Umum Madas Sedarah, M. Taufik, mengatakan bahwa Bamus dibentuk untuk menyatukan kekuatan masyarakat Madura.
“Bamus ini kami bentuk sebagai tempat berkumpulnya berbagai elemen Madura. Tujuannya untuk menjaga kebersamaan, mengawal investasi, dan memastikan pembangunan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi hal penting agar potensi daerah bisa dikelola dengan lebih baik.
“Harapannya, masyarakat Madura bisa lebih maju dengan pengelolaan potensi yang terbuka dan profesional,” tambahnya.
Ke depan, Bamus Madura akan segera membentuk tim untuk menyusun struktur organisasi serta melengkapi administrasi agar bisa berjalan secara profesional.
Dengan adanya Bamus Madura, diharapkan masyarakat semakin solid dan mampu menciptakan suasana yang kondusif, sehingga pembangunan dan investasi di Madura bisa berjalan dengan baik. (*)






