Imam Hanafi Gelar Reses Masa Sidang II DPRD Kota Probolinggo: Perkuat Rumah Aspirasi dan Proteksi Pengurus lewat BPJS Ketenagakerjaan

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabyuangga.com – Anggota DPRD Kota Probolinggo dari Fraksi PDI Perjuangan, Imam Hanafi, menggelar Reses Masa Sidang II Tahun 2026 di Kantor DPC PDI Perjuangan, Jl. Brantas No. 11, Pilang, Kecamatan Kademangan, pada Kamis (26/02). Agenda ini menjadi momentum penguatan fungsi legislatif sekaligus penegasan komitmen partai melalui wadah Rumah Aspirasi.

 

​Dalam sambutannya, Imam Hanafi menekankan pentingnya pembangunan sarana prasarana olahraga serta penguatan nilai-nilai Pancasila. Ia menyoroti usulan warga terkait fasilitas lapangan sepak bola di wilayah selatan yang telah dialokasikan anggaran sebesar Rp400 juta pada tahun 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

​”Pembangunan ini akan berlanjut di tahun 2026 dengan rencana penambahan anggaran untuk fasilitas lampu penerangan. Harapan saya nantinya, khususnya di daerah selatan, sepak bola bisa dilaksanakan malam hari. Kami sudah berkomunikasi dengan Dispar untuk anggaran tersebut agar masyarakat bisa berolahraga malam dan mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Imam.

 

​Selain infrastruktur, Imam yang kini membidangi sektor bencana serta kesehatan ibu dan anak, menyosialisasikan layanan “Mobil Sehat” atau ambulans PDI Perjuangan yang dapat diakses masyarakat melalui driver atau pengurus partai.

 

​Imam menegaskan bahwa kader PDI Perjuangan wajib hadir di setiap persoalan rakyat melalui Rumah Aspirasi yang bermarkas di Kantor DPC. Ia juga mengingatkan warga untuk segera menyetorkan usulan pembangunan guna dimasukkan ke dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD tahun 2027 sebelum batas waktu 6 Maret.

 

​”Kader PDI Perjuangan tidak hadir secara instan, tetapi hadir setiap hari untuk masyarakat. Jika ada aspirasi, silakan datang ke Rumah Aspirasi, kami akan tindak lanjuti melalui fraksi yang membidanginya,” tegasnya sembari mengajak warga tetap mengedepankan gotong royong dan merawat Pancasila.

 

Hadir ​Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo, Tommy Wahyu Prakoso, dirinya memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Imam Hanafi yang dinilai sukses menyerap aspirasi masyarakat hingga mencapai angka 100 persen melalui instrumen Pokir.

 

​”Alhamdulillah, Pak Imam ini bisa menyerap 100 persen aspirasi. Ini membuktikan bahwa beliau benar-benar turun ke masyarakat untuk mendengar apa yang menjadi harapan konstituen, khususnya di wilayah Wonoasih” kata Tommy.

 

​Tommy menjelaskan, DPC kini menerapkan sistem monitoring harian terhadap anggota fraksi untuk memastikan program pembangunan dan kemaslahatan umat tuntas dilaksanakan. Selain Imam, ia juga menyebut Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Supriyanto, meraih capaian penyerapan aspirasi yang serupa.

 

​”Tugas DPC adalah memastikan masyarakat Kota Probolinggo menerima manfaat nyata atas kinerja petugas partai. Kami juga melakukan pendampingan agar anggota fraksi kami selamat dan tidak tergoda hal-hal lain. Pendampingan ini dilakukan agar mereka tetap amanah, sehat, dan kuat dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,” imbuhnya.

 

​Di sisi internal yang lain, Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Sukardi Mito, memaparkan langkah strategis terkait kesejahteraan kader. Mulai Juni mendatang, seluruh pengurus struktural khususnya KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) tingkat Ranting, PAC, hingga badan dan sayap partai akan didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

 

​”Ini baru pertama di Jawa Timur. Seluruh pengurus PAC dan KSB Ranting akan kita ikutkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dananya murni dari kas DPC, tidak disumbang dari DPD maupun DPP,” tegas Sukardi.

 

​Terkait regenerasi kepemimpinan, Sukardi menekankan bahwa kekuatan partai terletak pada sistem kolektif, bukan individu. “PDI Perjuangan maju bukan karena hanya ketuanya saja, tetapi karena semua pengurus dan kader partai. Ketua hanyalah simbol administratif. Kekuatan apapun tidak akan bisa membawa partai menjadi besar jika pengurus di tingkat bawah tidak bekerja maksimal,” jelasnya.

 

​Menutup keterangannya, Sukardi menginformasikan pembentukan Media Center profesional dan persiapan agenda besar “Soekarno Festival” pada Juni mendatang yang progresnya telah mencapai 75 persen.

 

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk menjaring aspirasi masyarakat kota Probolinggo. Dalam sesi tanya jawab, Nipan, peserta reses menanyakan masalah pendangkalan yang terjadi di aliran sungai sisi timur Kelurahan Kedungasem, mulai dari batas kota bagian selatan hingga ke arah utara. Menurutnya, kondisi sungai tersebut saat ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan serius berupa normalisasi atau pengerukan.

 

​“Yang saya inginkan adalah normalisasi sungai di sebelah timur Kelurahan Kedungasem, dari batas kota selatan hingga ke utara. Kondisinya saat ini sudah sangat dangkal,” ujar Nipan di hadapan Imam Hanafi dan peserta reses lainnya.

 

​Lebih lanjut, Nipan mengungkapkan adanya ketidakpastian informasi terkait rencana perbaikan sungai tersebut. Berdasarkan informasi dari pihak kelurahan, usulan pembangunan atau normalisasi sungai itu menggunakan dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan diklaim sudah diajukan sejak masa kepemimpinan gubernur periode sebelumnya. ​Namun, hingga saat ini, belum ada tanda-tanda realisasi di lapangan. Nipan menyatakan kekhawatirannya jika usulan tersebut hanya sekadar janji lisan tanpa tindak lanjut nyata. Ia pun meminta kepada Imam Hanafi untuk memberikan pendampingan dan pengawalan agar aspirasi warga Kedungasem benar-benar sampai ke pihak berwenang.

 

​“Informasinya sudah diajukan ke provinsi sejak gubernur periode sebelumnya, tapi saya khawatir ini hanya sekadar omongan saja. Karena itu, saya sangat mengharapkan pendampingan dari Pak Imam agar hal ini bisa terealisasi,” tegasnya.

 

Sedangkan Anis dalam aspirasinya mengungkapkan bahwa di wilayah Kedungasem terdapat klub sepak bola yang memiliki potensi dan mulai dikenal masyarakat. Namun, ia menilai perhatian dari pihak legislatif terhadap kelompok pemuda ini masih minim selama kurang lebih lima tahun terakhir.

 

​“Visi kita untuk merekrut anak muda agar lebih mengenal (program kerja) harus diperkuat. Saya rasa Pak Imam bisa turun langsung, minimal ikut bermain sepak bola dengan mereka,” ujar Rodiah yang disambut antusias oleh peserta reses.

 

​Ia secara khusus mengajak Imam Hanafi untuk mengunjungi lapangan sepak bola yang berlokasi di dekat kediamannya untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Anis berharap ada dukungan nyata berupa fasilitasi sarana dan prasarana olahraga untuk menunjang kegiatan positif pemuda setempat.

 

​“Mungkin bisa berupa bantuan jaring gawang, jersey, atau bola. Intinya ada sentuhan nyata agar mereka merasa dirangkul dan lebih welcome terhadap visi misi pembangunan yang dibawa dewan,” tambahnya.

 

Roni Sudarmanto, warga Kelurahan Kedungasem, penanya terakhir menyampaikan empat poin krusial terkait fasilitas umum yang mendesak untuk segera ditangani pemerintah.

 

​Persoalan utama yang disoroti adalah minimnya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan raya, mulai dari batas kota Kedungasem hingga ke arah barat. Menurut Roni, kondisi jalan yang gelap di malam hari meningkatkan risiko keamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan.

​Selain masalah penerangan, Roni juga mengeluhkan kondisi jalan raya yang kini banyak berlubang, terutama di area depan kolam. Meskipun sempat ada perbaikan di sisi barat, namun titik-titik kerusakan di area vital tersebut masih sering memicu kecelakaan lalu lintas bagi warga yang hendak menuju pasar, sekolah, maupun tempat kerja.

 

​“Jalan ini akses utama yang setiap hari dilalui orang untuk ke pasar dan bekerja. Saya mohon pengawalan untuk perbaikan jalan dan penambahan lampu penerangan demi mengurangi angka kecelakaan,” ujar Roni.

 

​Tak hanya infrastruktur jalan, Roni juga menyinggung masalah drainase dan genangan air, khususnya di area dengan dataran lebih rendah seperti kawasan sekitar Pakistaji. Ia mengungkapkan adanya sumber air yang cukup besar di wilayah tersebut yang jika tidak dikelola dengan sistem pembuangan atau jalur air yang baik, akan terus menggenangi pemukiman warga” terangnya.

 

Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan warga dalam reses Masa Sidang II, Anggota DPRD Kota Probolinggo dari Fraksi PDI Perjuangan, Imam Hanafi memberikan jawaban konkret terkait langkah-langkah yang akan diambil untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat.

 

​1. Normalisasi Sungai Timur (Jawaban untuk Bapak Nipan)

Terkait usulan normalisasi sungai di sisi timur, Imam Hanafi menjelaskan bahwa wilayah tersebut sebenarnya merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, ia menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat, dirinya tidak akan tinggal diam.

 

​”Seandainya bisa dicover oleh APBD Kota, akan saya perjuangkan betul-betul. Karena ini ranah provinsi, kami di DPRD akan tetap mengomunikasikannya kepada Balai Besar di Pemerintah Jawa Timur,” tegas Imam.

 

​2. Pemberdayaan Pemuda & Olahraga (Jawaban untuk Ibu Rodiah Anis)

Imam Hanafi menyambut baik masukan terkait klub sepak bola di Kedungasem. Ia mengakui sering berinteraksi dengan komunitas lokal, termasuk komunitas merpati, untuk menyerap aspirasi tanpa sekat.

 

​Terkait permintaan dukungan untuk klub bola (Rajawali dan Jaguar), Imam menyatakan kesiapannya untuk memberikan perhatian lebih agar program perekrutan anak muda dalam visi-misi dapat berjalan maksimal melalui kegiatan positif seperti olahraga.

 

​3. Perbaikan Jalan Berlubang (Jawaban untuk Bapak Roni)

Mengenai jalan berlubang, Imam mengungkapkan bahwa Komisi III DPRD sebenarnya sudah mendorong adanya perbaikan.

 

​”Besok saya akan keliling untuk memantau titik-titik jalan yang belum diperbaiki agar segera ditindaklanjuti. Meskipun itu jalan provinsi (ranah Balai Besar), kewajiban kami adalah mengomunikasikannya demi keselamatan masyarakat,” jelasnya.

 

​4. Penerangan Jalan Umum (Jawaban untuk Bapak Roni)

Khusus untuk masalah lampu jalan (PJU) yang mati, Imam Hanafi meminta warga untuk proaktif memberikan data lokasi yang spesifik.

 

​”Jika lampu tersebut milik Pemkot Probolinggo, tolong difoto dan bagikan lokasinya kepada saya. Saya akan langsung komunikasikan dengan dinas pengampu agar segera diperbaiki, seperti yang pernah saya lakukan untuk penerangan di depan Masjid Kedungasem demi kenyamanan warga saat tarawih,” tambahnya.

 

​Imam Hanafi menutup jawabannya dengan menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara warga dan dewan. Ia berharap masyarakat tidak segan memberikan masukan langsung agar setiap persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan dicarikan solusinya. (aspariar)

Berita Terkait

Pencuri Spesialis Inventaris Sekolah Diringkus, Nekat Gasak AC TK ABA 3 Probolinggo Usai Beraksi di 11 Lokasi
Sewa Lapak Festival Ramadan Rp1 Juta, LPKN Kota Probolinggo Nilai Terlalu Berat untuk PKL
Omzet Travel Anjlok Usai Koper Turis Thailand Dicuri, Agen Kirim Karangan Bunga ke Polres Probolinggo
Kronologi Pencurian WNA Thailand di Gunung Bromo, Mobil Dirusak Saat Wisatawan Nikmati Panorama
Sewa Lapak Rp1 Juta, PKL Probolinggo Keluhkan Bazar Ramadan di GOR A. Yani
11 Personel Berprestasi Diguyur Penghargaan, Polres Probolinggo Kota Ingatkan Tantangan Kian Berat
Banjir Di Probolinggo, Gubernur Khofifah Turun Langsung Pesan Keselamatan Warga dan Petakan Skala Prioritas Intervensi
Misteri Hilangnya 7 Koper Turis Bromo Terpecahkan, Pemilik Rumah di Kedopok Jadi Tersangka
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:01 WIB

Imam Hanafi Gelar Reses Masa Sidang II DPRD Kota Probolinggo: Perkuat Rumah Aspirasi dan Proteksi Pengurus lewat BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:19 WIB

Pencuri Spesialis Inventaris Sekolah Diringkus, Nekat Gasak AC TK ABA 3 Probolinggo Usai Beraksi di 11 Lokasi

Rabu, 25 Februari 2026 - 00:57 WIB

Sewa Lapak Festival Ramadan Rp1 Juta, LPKN Kota Probolinggo Nilai Terlalu Berat untuk PKL

Rabu, 25 Februari 2026 - 00:03 WIB

Omzet Travel Anjlok Usai Koper Turis Thailand Dicuri, Agen Kirim Karangan Bunga ke Polres Probolinggo

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:50 WIB

Sewa Lapak Rp1 Juta, PKL Probolinggo Keluhkan Bazar Ramadan di GOR A. Yani

Berita Terbaru