Kiai Zuhri Zaini Tekankan Pentingnya Menghadirkan Hati

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 06:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kiai Zuhri Zaini, memberikan pesan mendalam mengenai hakikat ibadah shalat. Beliau menegaskan bahwa shalat bukan sekadar penggugur kewajiban formal, melainkan sarana mi’raj (naiknya ruh) seorang mukmin untuk menghadap Allah SWT.

 

Kiai Zuhri menjelaskan perbedaan mendasar antara peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan shalat yang dilakukan umatnya. Jika Rasulullah diperjalankan secara fisik dan batin menuju Sidratul Muntaha, maka bagi umatnya, mi’raj dilakukan melalui batin. Uraian ini disampaikan saat mengisi pengajian kitab Nashoihud Diniyah (22/02/26).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kita bisa melakukan mi’raj kepada Allah, tapi dengan batin, bukan dengan badan atau fisik,” tutur beliau.

 

Meski perintah shalat bermula dari 50 waktu hingga menjadi 5 waktu, Kiai Zuhri mengingatkan bahwa nilai pahalanya tetap setara dengan 50 waktu, asalkan dikerjakan dengan kualitas yang benar.

Dalam ceramahnya, beliau mengutip bahwa posisi paling dekat antara seorang hamba dengan Sang Pencipta adalah saat sujud.

 

Namun, ia memberikan catatan kritis: sujud tersebut harus disertai kekhusyukan dan ketundukan total.

 

“Bukan hanya sujud dengan menempelkan dahi ke bumi. Shalat yang dikerjakan tanpa menghadirkan hati atau asal-asalan tidak akan membawa kebaikan, justru bisa mendatangkan keburukan karena hilangnya adab kepada Allah,” tegas Kiai Zuhri.

 

Beliau mencontohkan, saat lisan mengucap Allahu Akbar, hati pun harus ikut merasakan kesucian dan keagungan Allah. Shalat yang kering dari rasa ghoflah (kelalaian) inilah yang mampu membawa perubahan positif dalam kehidupan seseorang.

Menanggapi keluhan banyak orang tentang sulitnya fokus, Kiai Zuhri berpesan agar tidak menunggu datangnya rasa khusyuk untuk mulai memperbaiki shalat. Kekhusyukan adalah sebuah proses yang harus dilatih secara konsisten.

 

“Hati ini sulit dikendalikan kecuali sudah terbiasa. Maka berusahalah dengan sungguh-sungguh, renungkan apa yang dibaca, dan jangan terburu-buru,” pesannya.

 

Beliau juga menekankan bahwa kualitas ibadah jauh lebih utama daripada sekadar mengejar angka. Hal ini berlaku tidak hanya dalam shalat, tetapi juga dalam membaca Al-Qur’an.

“Shalat itu tidak harus (mengejar) banyak, tapi laksanakan dengan baik. Begitu juga membaca Al-Qur’an, jangan terburu-buru.

 

Meski hanya khatam satu bulan sekali, itu jauh lebih baik jika disertai dengan pemahaman isinya,” pungkas beliau.

Berita Terkait

Diguyur Hujan Deras Semalaman, Akses Jembatan Pakuniran–Kotaanyar Probolinggo Amblas dan Terputus Total
Belum Genap Dua Pekan Buka, Mie Gacoan Probolinggo Kembali Tuai Sorotan: Parkir Semrawut, Andalalin Dipertanyakan
Lampu Hijau Commuter Line Supas ke Probolinggo, Tarif Murah Rp8 Ribu Tunggu Restu Kemenhub
Jalan Rusak di Jalur Wisata Bromo Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desa Sapih Terpaksa Patungan Tambal Sendiri
Tetangga Mengamuk Bawa Parang, Ibu dan Anak di Probolinggo Jadi Korban Kekerasan
TNI Sukseskan Gelaran Aksi Sosial Gotku Resik
Momentum Imlek 2026, Walikota LIRA Probolinggo Louis Hariona Ajak Jaga Harmoni dan Persaudaraan
Dendam Lama Meledak! Empat Perempuan di Probolinggo Serbu Rumah Tetangga, Ibu dan Lansia Jadi Korban
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 06:54 WIB

Kiai Zuhri Zaini Tekankan Pentingnya Menghadirkan Hati

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:40 WIB

Diguyur Hujan Deras Semalaman, Akses Jembatan Pakuniran–Kotaanyar Probolinggo Amblas dan Terputus Total

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:06 WIB

Belum Genap Dua Pekan Buka, Mie Gacoan Probolinggo Kembali Tuai Sorotan: Parkir Semrawut, Andalalin Dipertanyakan

Kamis, 19 Februari 2026 - 20:32 WIB

Lampu Hijau Commuter Line Supas ke Probolinggo, Tarif Murah Rp8 Ribu Tunggu Restu Kemenhub

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:42 WIB

Jalan Rusak di Jalur Wisata Bromo Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desa Sapih Terpaksa Patungan Tambal Sendiri

Berita Terbaru

Probolinggo

Kiai Zuhri Zaini Tekankan Pentingnya Menghadirkan Hati

Senin, 23 Feb 2026 - 06:54 WIB