PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Menteri Kebudayaan (Menbud) Republik Indonesia Fadli Zon meresmikan revitalisasi Museum Tengger di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Peresmian revitalisasi Museum Tengger tersebut ditandai dengan pemotongan untaian bunga dan penandatanganan prasasti.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Republik Indonesia Fadli Zon menyampaikan Museum Tengger merupakan pusat informasi budaya masyarakat Tengger yang memiliki nilai sejarah tinggi. Museum ini dibangun dengan tujuan sebagai ruang edukasi, dokumentasi serta pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harapan kami, Museum Tengger ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian warisan budaya bangsa, khususnya budaya masyarakat Tengger yang sarat nilai historis, filosofis dan kearifan lokal,” kata Fadli Zon.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Republik Indonesia Fadli Zon berharap Museum Tengger dapat berkembang sebagai pusat kajian kebudayaan sekaligus destinasi wisata edukasi yang memperkuat identitas Kabupaten Probolinggo sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi.
“Semoga Museum Tengger ini menjadi pusat kajian kebudayaan dan destinasi wisata edukasi yang memperkuat identitas Kabupaten Probolinggo sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi,” ujarnya.
Lebih lanjut Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan dirinya telah meninjau kondisi Museum Tengger beberapa bulan lalu saat menghadiri upacara Yadnya Kasada. Sejak saat itu, pihaknya langsung merespons perlunya revitalisasi museum tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini revitalisasi Museum Tengger telah selesai. Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kerja sama Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur dalam mewujudkan hal ini,”ungkapnya.
Menurutnya, rehabilitasi dan revitalisasi museum merupakan bagian penting dari komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya, tradisi serta adat istiadat masyarakat Suku Tengger yang telah mengakar kuat dari generasi ke generasi.
Museum Tengger yang terletak di kaki Gunung Bromo ini menyimpan berbagai ekspresi budaya berupa benda pusaka bersejarah, dokumentasi, busana adat serta beragam artefak budaya lainnya. Koleksi tersebut mencerminkan nilai-nilai leluhur dan tradisi, termasuk upacara Yadnya Kasada, yang membentuk identitas serta pola kehidupan masyarakat Tengger.
“Masyarakat Tengger telah menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga sumber kekuatan. Nilai harmoni antara manusia dan alam, sesama manusia, serta dengan Sang Pencipta, termasuk semangat gotong royong, merupakan jati diri yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” lanjutnya.
Fadli Zon menegaskan Museum Tengger diharapkan menjadi pusat informasi, pusat edukasi dan pusat budaya. “Saya mengajak wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunung Bromo tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga menyempatkan diri mengunjungi Museum Tengger untuk memahami lebih dalam budaya masyarakat Tengger,” tuturnya.
Penulis: Rebudi
Editor: Us






