PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Pasca banjir akibat hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo, Bupati Probolinggo Mohammad Haris turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Kecamatan Sumberasih dan Kecamatan Tongas. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan cepat, tepat dan terkoordinasi.
Bupati Probolinggo Mohammad Haris mengatakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo sejak awal telah menyiapkan konsep besar penanggulangan bencana yang menitikberatkan pada kecepatan respons, akurasi asesmen, mitigasi dini serta kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan.
“Langkah-langkah konsep besar ini memang sudah kami siapkan sejak awal, bagaimana pemerintah bisa merespons lebih cepat melakukan asesmen yang lebih terarah serta mitigasi yang dilakukan lebih awal dan berkelanjutan melalui kolaborasi,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Haris menjelaskan konsep tersebut disusun berdasarkan pengalaman Kabupaten Probolinggo dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang terus berulang.”Bahkan kita sempat kehilangan sekitar 13 jembatan akibat bencana, disusul kejadian banjir kembali dalam satu hingga dua bulan terakhir akibat curah hujan yang sangat tinggi,” jelasnya.
Menurut Bupati Haris, tingginya intensitas hujan tidak hanya berdampak pada satu wilayah, melainkan hampir merata di berbagai kawasan rawan bencana, baik di wilayah barat, tengah maupun timur Kabupaten Probolinggo.
“Kami minta kepada seluruh OPD terkait terutama BPBD untuk berkolaborasi dengan kecamatan dan desa agar asesmen bisa dilakukan secara akurat dan mitigasi dapat dilakukan lebih awal, ke depan sebelum bencana terjadi BPBD harus sudah memiliki laporan dan rencana langkah yang jelas,” tegasnya.
Bupati Haris menekankan bencana alam memang tidak dapat dicegah sepenuhnya namun dampaknya dapat diminimalisir melalui perencanaan yang matang dan sistem penanganan yang terintegrasi dari tingkat kabupaten hingga desa. Pemerintah ini adalah sistem. Mulai dari Bupati, Wakil Bupati hingga jajaran di bawah adalah satu kesatuan mereka adalah kepanjangan tangan pemerintah untuk hadir dan bekerja di tengah masyarakat,” terangnya.
Dalam penanganan bencana lanjut Bupati Haris, keterlibatan seluruh unsur menjadi kunci, mulai dari BPBD, OPD terkait, TNI-Polri, Damkar, Tagana, relawan, Forkopimka hingga pemerintah desa. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat melalui gotong royong juga menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi darurat.
“Ini tidak bisa kami lakukan sendiri. Pemerintah akan terus berupaya meminimalisir dampak bencana, tetapi ketika bencana terjadi, kami harapkan masyarakat juga bersama-sama melakukan gotong royong. Ini adalah konsep besar masyarakat Indonesia,” ungkapnya.
Bupati Haris berharap, melalui asesmen yang terus diperbarui serta kolaborasi yang semakin solid, penanganan bencana ke depan dapat berjalan lebih tepat sasaran sehingga dampak yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin. “Saya pastikan pemerintah daerah akan selalu hadir dalam kondisi-kondisi seperti ini bersama masyarakat,” tuturnya.
Penulis: Rebudi
Editor: Us






