Nanik S. Deyang Ungkap Tantangan Program Makan Bergizi Gratis di Probolinggo

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 23:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menekankan pentingnya pengawasan ketat dan integritas dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program strategis dari Presiden Prabowo Subianto. Hal ini disampaikan Nanik S. Deyang dalam acara Sosialisasi Penguatan Makan Bergizi Gratis bersama Direktur Sistem Pemenuhan Gizi BGN, Enny Imdarti yang diselenggarakan di Bromo Park Hotel, Probolinggo, Jumat (12/12/2025).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Walikota Probolinggo, dr. Aminuddin; Wakil Walikota, Hj. Ina Dwi Lestari; dan Pj. Sekretaris Daerah (Sekda), Rey Suwigtio, perwakilan Forkopimda,  sejumlah mitra pelaksana, Koordinator Satuan Pelaksana Program Gizi (KSPPG), dan yayasan di Kota Probolinggo.

Dalam paparannya, Nanik S. Deyang memperkenalkan dirinya sebagai “orang baru” di BGN, yang ditunjuk oleh Presiden pada 17 September 2025, menyusul isu keracunan makanan yang sempat ramai. Ia mengakui latar belakangnya sebagai jurnalis dan pengusaha media telah membantunya dalam aspek komunikasi publik dan investigasi program.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program pemerintah yang luar biasa ini bukan sekadar program Presiden Prabowo. Ini adalah upaya untuk mencerdaskan anak bangsa, menciptakan generasi emas, dan mencegah adanya ‘genosida’ pada kelompok miskin,” ujar Nanik S. Deyang.

Ia menyoroti kekhawatiran terkait rendahnya tingkat kecerdasan anak-anak, dengan menyatakan, “Bayangkan, katanya banyak anak-anak kita yang hasil tesnya di bawah 100. Kalau kita tidak ingin ada stunting, program Makan Bergizi Gratis harus hadir.”

Nanik S. Deyang menekankan bahwa program ini lahir dari nurani Presiden Prabowo yang sangat peduli terhadap anak-anak Indonesia, yang hidup di tengah kekayaan alam yang melimpah.

Peringatan Keras terhadap KSPPG dan Mitra Pelaksana

Nanik S. Deyang menyampaikan kekecewaannya dan mengkritik keras kinerja KSPPG dan mitra pelaksana di beberapa daerah, merujuk pada insiden tragis di Pasuruan.

“Kemarin saya sampai emosi jiwa di Pasuruan. Alhamdulillah, Allah masih melindungi BGN dan anak-anak, sehingga tidak ada korban jiwa yang dilakukan oleh KSPPG dan mitra,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan perjuangannya untuk memastikan anak-anak yang telah menjalani pendidikan program MBG bukan hanya bisa hadir, tetapi juga bisa diangkat sebagai Pegawai Negeri (PNS).

“Banyak yang mendaftar PNS bertahun-tahun tidak lolos. Anak-anak yang lulus sarjana dari program ini mestinya hanya tinggal tes,” katanya.

Namun, ia menyayangkan adanya praktik tidak jujur dalam rekrutmen. “Saya tidak munafik, banyak titipan yang dijadikan PNS, sementara yang berjuang menabung tidak berjalan lancar,” tambahnya.

Nanik S. Deyang juga menyinggung adanya permasalahan integritas, seperti temuan telur busuk di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Cianjur.

“Saya minta tolong, KSPPG harus paham, Anda adalah kepala dapur, Anda yang harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Masalah Logistik dan Keselamatan Anak

Nanik S. Deyang secara spesifik menyoroti masalah pengadaan sopir dan kendaraan logistik yang tidak sesuai standar, merujuk pada insiden di Jakarta Utara.

“Seharusnya insiden di Jakarta Utara itu tidak akan terjadi. Bayangkan, sopir memiliki SIM, tetapi tidak pernah mengendarai mobil manual, hanya motor. Lebih parahnya lagi, sopirnya adalah kurir yang tidak lolos seleksi KSPPG,” jelasnya.

Ia meminta agar KSPPG tidak menyerahkan seluruh rekrutmen, termasuk sopir, kepada mitra pelaksana tanpa pengawasan. Ia juga mengingatkan bahwa keselamatan anak-anak adalah prioritas tertinggi, dan Presiden Prabowo telah mengalokasikan anggaran terbesar untuk program MBG ini.

“Saya akan merekomendasikan penindakan. Ini menyangkut nyawa anak-anak,” tutup Nanik S. Deyang, meminta Walikota dan jajarannya di Probolinggo untuk memastikan bahwa mitra yang ditunjuk benar-benar profesional dan memiliki kualitas yang teruji.

Berita Terkait

Sampah Menggunung Ratusan Meter, Masyarakat Kesulitan Melintas 
Larangan Mancing di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo Diprotes, Warga: Tak Relevan dan Tak Masuk Akal
Motor Dicongkel di GOR Mastrip, Komisioner KPU Kota Probolinggo Kehilangan HP dan Dompet
Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kawal Ketat Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031
35 Warga Kota Probolinggo Laporkan Biro Umroh ke Polisi, Puluhan Juta Raib Tak Pernah Berangkat
Dituding Abai Bencana dan Pesta Ultah di Jam Kerja, PMII Kepung DPRD Probolinggo: Ketua DPRD Diminta Dicopot
TRAGEDI DI WISATA KUM-KUM PROBOLINGGO, LANSIA ASAL PASURUAN TEWAS SAAT BERENDAM
Polres Probolinggo Kota Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Tekankan Pendekatan Humanis dan Tegas
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:17 WIB

Sampah Menggunung Ratusan Meter, Masyarakat Kesulitan Melintas 

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:07 WIB

Larangan Mancing di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo Diprotes, Warga: Tak Relevan dan Tak Masuk Akal

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:31 WIB

Motor Dicongkel di GOR Mastrip, Komisioner KPU Kota Probolinggo Kehilangan HP dan Dompet

Selasa, 3 Februari 2026 - 05:48 WIB

Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kawal Ketat Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031

Senin, 2 Februari 2026 - 20:01 WIB

35 Warga Kota Probolinggo Laporkan Biro Umroh ke Polisi, Puluhan Juta Raib Tak Pernah Berangkat

Berita Terbaru