PKS Minta Strategi Jelas Atasi Tekanan Anggaran dalam R-APBD Kota Probolinggo 2026

- Jurnalis

Sabtu, 22 November 2025 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Di balik penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan APBD Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2026, muncul suara kehati-hatian yang disampaikan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada rapat paripurna, Rabu malam, 19 November 2025.

Bagi Fraksi PKS, angka-angka dalam rancangan APBD bukan sekadar tabel perhitungan, tetapi gambaran arah kebijakan yang menentukan kesejahteraan masyarakat di tahun mendatang. Pemandangan umum fraksi dibacakan oleh Dasno, Ketua DPD PKS Kota Probolinggo. Ia membuka penyampaiannya dengan memberikan apresiasi kepada pemerintah kota karena telah menyusun RAPBD berlandaskan KUA-PPAS 2026 dan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Namun, apresiasi itu tidak menutup catatan kritis yang mereka angkat. “Anggaran harus berpihak pada masyarakat, bukan hanya memenuhi persyaratan administratif,” ujar Dasno dalam penyampaiannya.
Sorotan utama Fraksi PKS mengarah pada turunnya pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan provinsi yang mencapai Rp77,4 miliar. Dana Insentif Fiskal yang biasanya menjadi penopang kini nihil, Dana Bagi Hasil anjlok sekitar Rp47 miliar, dan Dana Alokasi Umum juga berkurang sekitar Rp15,7 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut menimbulkan kegamangan terhadap kelanjutan sejumlah program prioritas, terlebih yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga. Fraksi PKS mempertanyakan kesiapan strategi mitigasi pemkot, termasuk pola komunikasi dan negosiasi dengan pemerintah pusat maupun provinsi sebagai upaya mengantisipasi penurunan anggaran ini.

Di sisi lain, pemerintah kota memproyeksikan kenaikan PAD dari Rp256 miliar menjadi Rp265 miliar. Bagi Fraksi PKS, proyeksi ini harus dijelaskan secara rinci: sektor mana yang akan memberikan tambahan pendapatan, langkah apa yang ditempuh untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta bagaimana pemanfaatan teknologi dan penertiban aset dilakukan secara terukur.
PKS juga mengingatkan agar target PAD disusun dengan memperhatikan situasi ekonomi warga. Mereka menegaskan, peningkatan PAD tidak boleh berubah menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang kondisi ekonominya belum pulih sepenuhnya.

Total belanja daerah dalam RAPBD 2026 diproyeksikan naik menjadi Rp987,8 miliar. Namun peningkatan tersebut dibayangi oleh defisit yang perlu ditutupi. Fraksi PKS menekankan bahwa kenaikan belanja harus dipastikan memberi dampak nyata, bukan sekadar menghabiskan anggaran untuk keperluan administratif. Mereka menyoroti pentingnya keberpihakan pada layanan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.

Pada sektor pendidikan, anggaran Rp203,5 miliar dinilai memadai secara komposisi, namun tidak serta-merta menjawab persoalan mutu. Pemerataan tenaga pendidik, efektivitas pembelajaran, dan implementasi digitalisasi sekolah menjadi pertanyaan yang mereka sampaikan.

Sementara itu, sektor kesehatan memperoleh alokasi Rp300,6 miliar, termasuk untuk Dinas Kesehatan dan RSUD. PKS berharap anggaran tersebut tidak hanya memperkuat layanan pengobatan, tetapi juga meningkatkan upaya pencegahan penyakit melalui pendekatan promotif dan preventif. Mereka juga mendorong inovasi digital di RSUD agar pelayanan semakin efisien.

Pada sektor infrastruktur, anggaran sekitar Rp45,7 miliar dinilai harus mampu menjawab persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Mulai dari banjir, drainase yang tidak berfungsi maksimal, jalan lingkungan yang rusak, hingga penataan kawasan kumuh—semua menjadi pekerjaan rumah yang perlu eksekusi nyata, bukan hanya rencana.

Menutup pemandangan umumnya, Fraksi PKS menegaskan bahwa kritik yang mereka sampaikan adalah wujud tanggung jawab moral terhadap pembangunan daerah. Mereka berharap pemerintah kota memberikan penjelasan yang komprehensif dan memastikan kebijakan APBD 2026 dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bagi Fraksi PKS, ukuran keberhasilan anggaran bukan terletak pada besarnya nominal, melainkan sejauh mana manfaatnya hadir di tengah kehidupan warga Kota Probolinggo.

Berita Terkait

Larangan Mancing di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo Diprotes, Warga: Tak Relevan dan Tak Masuk Akal
Motor Dicongkel di GOR Mastrip, Komisioner KPU Kota Probolinggo Kehilangan HP dan Dompet
Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kawal Ketat Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031
35 Warga Kota Probolinggo Laporkan Biro Umroh ke Polisi, Puluhan Juta Raib Tak Pernah Berangkat
Dituding Abai Bencana dan Pesta Ultah di Jam Kerja, PMII Kepung DPRD Probolinggo: Ketua DPRD Diminta Dicopot
TRAGEDI DI WISATA KUM-KUM PROBOLINGGO, LANSIA ASAL PASURUAN TEWAS SAAT BERENDAM
Polres Probolinggo Kota Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Tekankan Pendekatan Humanis dan Tegas
Viral! Ditinggal Mancing, Motor Hilang di TPI Paiton Probolinggo, Petugas Sebut Sering Terjadi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:07 WIB

Larangan Mancing di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo Diprotes, Warga: Tak Relevan dan Tak Masuk Akal

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:31 WIB

Motor Dicongkel di GOR Mastrip, Komisioner KPU Kota Probolinggo Kehilangan HP dan Dompet

Selasa, 3 Februari 2026 - 05:48 WIB

Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kawal Ketat Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031

Senin, 2 Februari 2026 - 20:01 WIB

35 Warga Kota Probolinggo Laporkan Biro Umroh ke Polisi, Puluhan Juta Raib Tak Pernah Berangkat

Senin, 2 Februari 2026 - 19:23 WIB

Dituding Abai Bencana dan Pesta Ultah di Jam Kerja, PMII Kepung DPRD Probolinggo: Ketua DPRD Diminta Dicopot

Berita Terbaru