LUMAJANG – Ratusan hektar lahan pertanian milik warga di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, rusak parah akibat terdampak Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu (19/11/2025).
Muhammad Hamid, warga Sumberwuluh, menyebut sedikitnya 50 hektar lahan pertanian milik dirinya dan keluarganya hancur tertimbun material vulkanik, sehingga menyebabkan potensi gagal panen.
“Sejak erupsi tahun 2021 sampai sekarang, kami sudah tiga kali panen dan itu sudah balik modal. Tapi ketika tinggal sedikit lagi panen, malah terjadi erupsi,” ujarnya, Kamis (20/11/2025) pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan di lokasi menunjukkan hamparan lahan pertanian layu dan tertutup abu vulkanik tebal. Warga kini hanya bisa mengais tanaman yang tersisa dan masih mungkin diselamatkan.
Hamid menjelaskan lahan tersebut ditanami aneka komoditas palawija seperti cabai besar, cabai rawit, tomat, dan kentang. Saat erupsi terjadi, ia bersama keluarganya memilih mengungsi ke rumah kerabat di Desa Sumbermujur yang dinilai lebih aman.
Menurutnya, dampak erupsi tahun ini jauh lebih besar dibandingkan tahun 2021. “Memang aliran lahar panas masih mengikuti jalurnya, tapi karena sekarang lebih besar, dampaknya semakin meluas, hingga sebanyak kurang lebih 300 hektar lahan pertanian milik warga lainnya rusak, termasuk punya saya juga,” pungkasnya.






