Bukan Soal Fasilitas, Ini Penyebab Murid Sekolah Rakyat Kota Probolinggo Putus Sekolah

- Jurnalis

Rabu, 12 November 2025 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Empat murid Sekolah Rakyat (SR) Kota Probolinggo resmi tercatat putus sekolah. Dinas Sosial (Dinsos) menyebut, penyebabnya bukan fasilitas atau pembelajaran, melainkan persoalan di dalam keluarga.

Fakta ini mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Rabu (12/11/2025). Ketua Komisi III Mukhlas Kurniawan menyoroti fenomena “bongkar pasang murid” di sekolah alternatif tersebut.

“Itu bagaimana kondisinya sekarang? Saya tahu ada bongkar pasang murid. Apa alasannya sampai ada yang putus sekolah? Apakah karena fasilitas atau hal lain?” tanya Mukhlas tajam dalam rapat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mukhlas menegaskan, meski SR merupakan program pemerintah pusat, tanggung jawab moral tetap melekat pada pemerintah kota.

“Meskipun ini program pusat, tapi muridnya kan dari kita. Maka pemkot juga wajib tahu persoalannya,” tegasnya.

Menjawab itu, Kepala Dinsos Kota Probolinggo, Madihah, menjelaskan ada delapan murid yang sempat terancam berhenti. Tiga berhasil dibujuk kembali, satu diganti, dan empat lainnya menolak bersekolah lagi.

“Empat murid itu tidak mau kembali. Dari hasil koordinasi, sebagian besar karena masalah keluarga,” ujarnya.

Madihah membeberkan, penyebabnya beragam: perceraian orang tua, perbedaan prinsip dalam mendidik anak, hingga komitmen keluarga yang tidak sejalan.

“Kalau orang tuanya bercerai, biasanya salah satu ingin anak ikut dia. Ini berdampak langsung pada sekolah anak,” katanya.

Persoalan tak berhenti di situ. Mukhlas juga menyoroti kondisi gedung SR yang dinilai kurang ideal. Murid jenjang SMP dan SMA masih menempati satu gedung.

“Ini masa remaja mereka. Kalau satu gedung, khawatir terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Apa langkah antisipasinya?” ujarnya mengingatkan.

Madihah menegaskan, pengawasan sudah diperketat. Murid laki-laki dan perempuan dipisah di lantai berbeda, masing-masing dijaga petugas.

“Kami juga sedang mengajukan pinjaman untuk membangun gedung baru di lokasi awal. Kementerian Sosial dijadwalkan datang bulan ini,” ungkapnya.

Usai rapat, Madihah menuturkan pihaknya telah berupaya membujuk murid agar tidak berhenti belajar. Psikolog bahkan didatangkan untuk memediasi keluarga.

“Kami sudah datangkan psikolog supaya anak dan orang tua paham pentingnya pendidikan. Tapi, kalau komitmen keluarga tidak sejalan, kami sulit memaksa,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan, anak-anak yang keluar dari SR tetap diarahkan untuk melanjutkan pendidikan di jalur lain.

“Kami tekankan, mereka tetap harus bersekolah, bisa di sekolah umum atau pondok pesantren. Itu keputusan keluarga,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Sampah Menggunung Ratusan Meter, Masyarakat Kesulitan Melintas 
Larangan Mancing di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo Diprotes, Warga: Tak Relevan dan Tak Masuk Akal
Motor Dicongkel di GOR Mastrip, Komisioner KPU Kota Probolinggo Kehilangan HP dan Dompet
Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kawal Ketat Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031
35 Warga Kota Probolinggo Laporkan Biro Umroh ke Polisi, Puluhan Juta Raib Tak Pernah Berangkat
Dituding Abai Bencana dan Pesta Ultah di Jam Kerja, PMII Kepung DPRD Probolinggo: Ketua DPRD Diminta Dicopot
TRAGEDI DI WISATA KUM-KUM PROBOLINGGO, LANSIA ASAL PASURUAN TEWAS SAAT BERENDAM
Polres Probolinggo Kota Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Tekankan Pendekatan Humanis dan Tegas
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:17 WIB

Sampah Menggunung Ratusan Meter, Masyarakat Kesulitan Melintas 

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:07 WIB

Larangan Mancing di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo Diprotes, Warga: Tak Relevan dan Tak Masuk Akal

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:31 WIB

Motor Dicongkel di GOR Mastrip, Komisioner KPU Kota Probolinggo Kehilangan HP dan Dompet

Selasa, 3 Februari 2026 - 05:48 WIB

Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kawal Ketat Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031

Senin, 2 Februari 2026 - 20:01 WIB

35 Warga Kota Probolinggo Laporkan Biro Umroh ke Polisi, Puluhan Juta Raib Tak Pernah Berangkat

Berita Terbaru