LSM Lira Desak DPRD Kota Probolinggo Tegas: Evaluasi Car Free Day hingga Alih Fungsi Gedung Kesenian

- Jurnalis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – LSM Lira Kota Probolinggo melontarkan kritik keras terhadap sejumlah kebijakan Pemerintah Kota Probolinggo. Kritik itu disampaikan langsung oleh Ketua LSM Lira, Louis Hationa, dalam pertemuan dengan Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo, Santhi Wilujeng, Rabu (27/8/2025).

Louis menegaskan, ada empat isu utama yang mendesak untuk ditindaklanjuti. Pertama, pelaksanaan car free day di Jalan Suroyo yang menurutnya justru merugikan masyarakat.

“Ekonomi mungkin bergerak, tapi bagaimana dengan hak jemaat gereja yang setiap Minggu kesulitan beribadah karena akses ditutup? Negara wajib menjamin kebebasan beragama, jangan sampai justru diganggu kebijakan seperti ini,” tegas Louis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kritik berikutnya diarahkan pada rencana penggunaan Stadion Bayuangga untuk perayaan Hari Jadi Kota Probolinggo. Ia menilai, keputusan itu keliru dan berpotensi merusak fungsi stadion.

“Stadion dibangun untuk olahraga, bukan untuk panggung seremonial. Pemerintah jangan sembarangan memanfaatkan fasilitas publik tanpa mempertimbangkan dampaknya,” sindirnya.

Louis juga menolak rencana alih fungsi Gedung Kesenian. Menurut Louis, gedung itu harus dipertahankan sebagai ruang seni dan budaya, bukan dialihkan untuk kepentingan lain.

“Banyak orang tua dan pelatih seni merasa keberatan. Kenapa justru ikon budaya kota ini yang mau dikorbankan, padahal masih banyak alternatif gedung lain milik pemerintah maupun swasta?” ujarnya tajam.

Tak hanya itu, Louis juga mempertanyakan keseriusan DPRD menindaklanjuti hasil rapat dengar pendapat (RDP). Ia menyebut banyak rekomendasi yang mandek di meja pimpinan dan tidak pernah sampai ke eksekutif.

“Kalau begini, untuk apa RDP digelar? Hasilnya hanya jadi arsip tanpa makna. DPRD harus berani memastikan rekomendasi dijalankan,” kritiknya.

Menanggapi desakan itu, Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo, Santhi Wilujeng, mengakui masukan dari LSM Lira sebagai suara masyarakat yang patut diperhatikan. Ia berjanji akan membawa isu-isu tersebut ke rapat internal dewan maupun komisi terkait.

“Semua catatan dari LSM Lira akan kami sampaikan ke pimpinan dan komisi yang berwenang. Tugas kami menjembatani aspirasi masyarakat agar setiap kebijakan benar-benar berpihak pada warga, bukan sebaliknya,” ucap Santhi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Sampah Menggunung Ratusan Meter, Masyarakat Kesulitan Melintas 
Larangan Mancing di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo Diprotes, Warga: Tak Relevan dan Tak Masuk Akal
Motor Dicongkel di GOR Mastrip, Komisioner KPU Kota Probolinggo Kehilangan HP dan Dompet
Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kawal Ketat Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031
35 Warga Kota Probolinggo Laporkan Biro Umroh ke Polisi, Puluhan Juta Raib Tak Pernah Berangkat
Dituding Abai Bencana dan Pesta Ultah di Jam Kerja, PMII Kepung DPRD Probolinggo: Ketua DPRD Diminta Dicopot
TRAGEDI DI WISATA KUM-KUM PROBOLINGGO, LANSIA ASAL PASURUAN TEWAS SAAT BERENDAM
Polres Probolinggo Kota Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Tekankan Pendekatan Humanis dan Tegas
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:17 WIB

Sampah Menggunung Ratusan Meter, Masyarakat Kesulitan Melintas 

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:07 WIB

Larangan Mancing di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo Diprotes, Warga: Tak Relevan dan Tak Masuk Akal

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:31 WIB

Motor Dicongkel di GOR Mastrip, Komisioner KPU Kota Probolinggo Kehilangan HP dan Dompet

Selasa, 3 Februari 2026 - 05:48 WIB

Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kawal Ketat Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031

Senin, 2 Februari 2026 - 20:01 WIB

35 Warga Kota Probolinggo Laporkan Biro Umroh ke Polisi, Puluhan Juta Raib Tak Pernah Berangkat

Berita Terbaru