LPKN Kota Probolinggo: Promosi Air Alamo Menyesatkan Konsumen, Air Mineral Pegunungan Itu dari Gunung Bukan Air Bor

- Jurnalis

Senin, 28 Juli 2025 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional (LPKN) menyoroti promosi produk air minum Alamo yang dinilai berpotensi menyesatkan publik. Temuan ini diperoleh dari salah satu media online nasional yang menampilkan klaim unggulan produk tersebut.

 

Direktur LPKN Wilayah Probolinggo, Louis Hariona, Minggu (27/7/2025), menyampaikan bahwa promosi yang menyebut air Alamo berasal dari mata air pegunungan murni dan kaya mineral perlu dibuktikan secara ilmiah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Klaim ini seharusnya didukung oleh dokumentasi dan audit independen. Tanpa hasil uji laboratorium dari lembaga resmi seperti BPOM atau Sucofindo, informasi tersebut hanya menjadi narasi pemasaran semata,” ujar Louis.

 

Ia menekankan, transparansi dalam penyebutan sumber air dan hasil uji laboratorium merupakan bagian penting dari perlindungan konsumen. Louis juga mengingatkan bahwa promosi yang tidak akurat dapat melanggar UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

 

“Dalam Pasal 10 dan Pasal 17, pelaku usaha dilarang mempromosikan produk secara bohong atau menyesatkan. Pelanggaran dapat berujung sanksi pidana hingga 5 tahun penjara atau denda Rp 2 miliar,” jelasnya.

 

Terkait klaim rasa “segar dan alami”, Louis menilai hal itu bersifat subjektif dan tidak bisa dijadikan acuan ilmiah tanpa pembanding atau studi laboratorium.

 

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih produk air minum, mengutamakan yang telah teruji dan memiliki label komposisi serta sumber air yang jelas.

 

Louis mengatakan pihaknya akan melakukan uji laboratorium terhadap produk Alamo untuk mengetahui kandungan dan sumber airnya secara ilmiah.

 

Sementara itu, pemilik pabrik Alamo, Agus Sencik dari PT Bromo Tirta Lestari, membantah adanya kesalahan informasi. Ia menegaskan bahwa air Alamo berasal dari pegunungan di sekitar pabrik.

 

“Pabrik kami berada dekat gunung, dan air diambil melalui penyedotan bawah tanah hingga kedalaman lebih dari 165 meter. Itu air pegunungan yang meresap ke tanah,” jelas Agus.

 

Menurutnya, seluruh perizinan terkait pengambilan air sudah lengkap.

 

Sebagai informasi, PT Bromo Tirta Lestari memproduksi AMDK Alamo di JL Raya Banjarsari KM 7, Probolinggo, sekitar 45 km dari kawasan Gunung Bromo. Pabrik ini telah beroperasi sejak 1997 dan kini juga mengekspor produk ke beberapa negara seperti Singapura, China, Timor Leste, dan Papua Nugini.

Berita Terkait

Sampah Menggunung Ratusan Meter, Masyarakat Kesulitan Melintas 
Larangan Mancing di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo Diprotes, Warga: Tak Relevan dan Tak Masuk Akal
Motor Dicongkel di GOR Mastrip, Komisioner KPU Kota Probolinggo Kehilangan HP dan Dompet
Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kawal Ketat Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031
35 Warga Kota Probolinggo Laporkan Biro Umroh ke Polisi, Puluhan Juta Raib Tak Pernah Berangkat
Dituding Abai Bencana dan Pesta Ultah di Jam Kerja, PMII Kepung DPRD Probolinggo: Ketua DPRD Diminta Dicopot
TRAGEDI DI WISATA KUM-KUM PROBOLINGGO, LANSIA ASAL PASURUAN TEWAS SAAT BERENDAM
Polres Probolinggo Kota Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Tekankan Pendekatan Humanis dan Tegas
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:17 WIB

Sampah Menggunung Ratusan Meter, Masyarakat Kesulitan Melintas 

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:07 WIB

Larangan Mancing di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo Diprotes, Warga: Tak Relevan dan Tak Masuk Akal

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:31 WIB

Motor Dicongkel di GOR Mastrip, Komisioner KPU Kota Probolinggo Kehilangan HP dan Dompet

Selasa, 3 Februari 2026 - 05:48 WIB

Komisi III DPRD Kota Probolinggo Kawal Ketat Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031

Senin, 2 Februari 2026 - 20:01 WIB

35 Warga Kota Probolinggo Laporkan Biro Umroh ke Polisi, Puluhan Juta Raib Tak Pernah Berangkat

Berita Terbaru