PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Probolinggo Muhammad Haris turun langsung pastikan efektifitas penanganan dampak banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan luapan sungai dan merendam permukiman warga.
Sejumlah kecamatan terdampak serius, antara lain Kraksaan, Besuk, Krejengan, Gading, Kotaanyar, dan Pakuniran. Berdasarkan data sementara pada 21–22 Februari 2026, jumlah warga terdampak bencana tercatat di Kraksaan sebanyak 810 KK, Krejengan 264 KK, Gading 11 KK, Besuk 23 KK, Kotaanyar 14 KK, dan Pakuniran 100 KK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim bergerak cepat bersama seluruh jajaran Pemkab Probolinggo untuk memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan pasca banjir. Sebagai langkah tanggap darurat kami telah menerjunkan BPBD dan Dinas PU Bina Marga dan Dinas PU SDA bersinergi dengan TNI-Polri serta jajaran Pemkab Probolinggo melakukan asesmen lapangan.
Pendataan dilakukan terhadap kerusakan rumah, fasilitas umum, tempat ibadah hingga sarana pendidikan yang terdampak arus dan genangan. Kami bersama-sama Bupati Probolinggo memetakan kerusakan, baik ringan, sedang maupun berat sebagai dasar penentuan skala prioritas intervensi.
Pemprov Jatim akan terus bergerak cepat bersama seluruh jajaran untuk memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan dampak banjir. “Kami membawa tim cukup lengkap, tim yang biasa menangani pembuatan jembatan, tim mengatasi persoalan sungai hingga tim rekontruksi dan rehabilitasi pasca bencana,” kata Gubernur Khofifah.
Gubernur Khofifah menambahkan, bahwa penanganan tidak hanya berfokus pada respons jangka pendek, tetapi juga pada solusi jangka menengah dan panjang. Untuk jangka pendek, prioritas diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, percepatan pembersihan material serta perbaikan akses jalan dan jembatan.
Menurutnya, langkah jangka pendek yang harus dilakukan adalah segera memastikan pembersihan hunian karena masyarakat melaksanakan Ibadah Puasa hingga menyambut Hari Raya Lebaran. “Sementara untuk jangka menengah dan panjang, Pemprov Jatim akan mendorong normalisasi sungai, penguatan pondasi di sisi kanan-kiri sungai, serta penataan titik pertemuan percabangan sungai yang berpotensi menjadi titik rawan luapan,”ujarnya.
Bupati Probolinggo Muhammad Haris menyampaikan bahwa Pemkab Probolinggo terus melakukan upaya turun ditengah tengah masyarakat melalui strategi penanggulangan bencana melalui tagline BPBD “Gercep Sae” (Gerak Cepat, Terpadu, Berbasis Kecamatan dan Desa). Setiap kecamatan telah memiliki Posko Bencana dan Forkopimca terus melakukan koordinasi intensif tanpa henti.
Kami akan fokus dalam meminimalisir kerusakan yang ditimbulkan dari bencana banjir. Pemerintah akan senantiasa membantu dan mendampingi masyarakat. Apapun caranya kami bersama Ibu Gubernur akan kita upayakan, termasuk kesehatan masyarakat hingga pembangunan jembatan putus akan di lakukan.”Terpenting sesuai arahan Ibu Gubernur penanganan pasca bencana banjir ini terdapat step maupun skala prioritas yang akan dilaksanakan,” tuturnya.
Penulis: Rebudi
Editor: Us






