PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Dugaan penipuan biro perjalanan umroh kembali mencuat di Kota Probolinggo. Sebanyak 35 warga resmi melaporkan PT Marwah Almabrur Probolinggo ke Mapolres Probolinggo Kota, setelah janji keberangkatan ke Tanah Suci tak pernah terealisasi meski uang telah disetor puluhan juta rupiah.
Para korban merupakan calon jamaah umroh yang dijanjikan berangkat pada 19 November 2025. Namun jadwal tersebut terus berubah hingga akhirnya tak ada kepastian sama sekali.

Anita, salah satu korban asal Kelurahan Kedungasem, mengungkapkan bahwa pihak biro berulang kali mengulur waktu dengan alasan klasik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya 19 November, lalu awal Desember. Terakhir dijanjikan 15 Desember. Alasannya selalu visa bermasalah, tapi sampai sekarang tidak ada keberangkatan,” kata Anita saat diwawancarai, Senin (2/2/2026).
Kecurigaan para calon jamaah semakin kuat ketika pihak biro perjalanan tidak lagi bisa dihubungi. Kantor PT Marwah Almabrur yang berada di Kecamatan Wonoasih pun disebut sudah tidak beroperasi, bahkan beredar informasi bahwa aset kantor telah disita pihak bank.
“Dulu masih bisa dihubungi, sekarang sama sekali tidak. Kantornya juga sudah tidak jelas,” ujarnya.
Kerugian yang dialami korban bervariasi, mulai dari Rp40 juta per orang hingga Rp76 juta untuk dua orang. Dengan jumlah pelapor mencapai 35 orang, total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Merasa ditipu dan tidak mendapatkan kejelasan, para korban akhirnya menempuh jalur hukum dengan melapor ke Polres Probolinggo Kota, berharap aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan penipuan ini dan memberikan keadilan bagi para calon jamaah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Marwah Almabrur Probolinggo belum memberikan klarifikasi maupun tanggapan resmi terkait laporan tersebut.
Penulis: Rafel
Editor: Us






